PekanbaruRiau

Syamsuar Bakal Buat Riau Ternama dengan Udang Vaname

RiauKepri.com, PEKANBARU– Suatu hari sebanyak 30 orang nelayan di Bengkalis bertemu dengan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi. Para nelayan itu bercerita tentang kerambah udang vaname yang mereka kelola, hasilnya lumayan cuma mencari pasar menjadi hambatan.

Dalam curhat nelayan itu, kata Syamsuar, budidayakan tambak udang vaname di Bengkalis sudah menghasilkan 100 ton per bulan. Sayangnya, udang vaname ini dijual ke pengusaha di Medan selanjutnya diekspor ke Amerika dan sejumlah negara lainnya.

Jika produksi udang vaname Bengkalis itu langsung diekspor dari Riau, ucap Syamsuar, jelas lebih menyesejahterakan nelayan. Karenanya, Gubri meminta agar
potensi ini menjadi perhatian dinas terkait. Agar produksi udang vaname ini bisa menjadi ikon di daerah Riau Pesisir..

Budidayak udang vaname ini, menurut Syamsuar, sangat menjanjikan apalagi di daerah Riau pesisir terben pantai yang luas. Bahkan, di Sungai Apit, sudah mulai mengembangkan usaha tambak udang vaname ini.

“Saya pikir masyarakat Riau ini asal usaha memiliki nilai ekonomis pasti mereka mau. Saya kira tak susahlah mengurus masyarakat kita. Tapi kalau pemerintah mau mengurusnya,” ungkap Syamsuar.

Udang jenis vaname ini banyak di konsumsi karena memiliki banyak gizi yang baik untuk tubuh. Selain memiliki banyak gizi udang dengan jenis ini juga memiliki rasah yang gurih dan nikmat apabila di makan dengan di masak dengan bermacam-macam resep.

Soal harga, di pasaran harga udang vaname mencapai Rp.81.000 per kilogramnya. Udang inipun hidupnya di air asin.

Melihat potensi udang vaname begitu besar, Syamsuar menyebutkan, di daerah Riau Pesisir paling cocok untuk mengembang budidaya ini.

Syamsuar mencontohkan, di Sulawesi Selatan produksi perikanannya cukup besar. Hasilnya tidak hanya untuk dalam negeri, tapi juga untuk ekspor.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Bengkalis dan Dinas Koperasi Berikan Penyuluhan Perkoperasian dan UMKM Kepada Masyarakat

Tentunya, harap Syamsuar, Riau juga bisa melakukan hal yang sama. “Riau ini memiliki pantai yang panjang, kenapa tak bisa dibuat seperti di Sulawesi,” kata Syamsuar. (RK1/*)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *