Sah, Alfedri Menjadi Bupati Siak

Alfedri.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau, Drs Syamsuar MSi, memimpin prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Alfedri sebagai Bupati Siak di Gedung Daerah Gubernuran Jalan Diponegoro, Senin (18/3/2019), masa bhakti 2019-2021.

Ratusan undangan dari Forkopimda Riau dan Kabupaten Siak terlihat hadir dalam acara sakral ini. Sebelum pengambilan sumpah dan pelantikan ada prosesi kirab dari alumni IPDN.

Alfedri sebagai Wakil Bupati Siak telah melaksanakan tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Siak, tersebab Syamsuar telah mengundurkan diri sebagai Bupati Siak, setelah maju mengikuti Pilkada Serentak dalam Pilgubri tahun 2018 lalu.

Prosedur pelaksanaan Pelantikan Bupati Siak ini telah melalui proses persetujuan dari Menteri Dalam Negeri dengan Surat Keputusan (SK) Nomor: 131.14-396, tanggal 11 Maret 2019 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Siak Provinsi Riau.

“Pelantikan Bupati Siak saat ini, memiliki arti dan makna yang sangat luas dan strategis, perpindahan tongkat estafet kepemimpinan ini sebagai sebuah proses kelanjutan pembangunan di Kabupaten Siak,” ungkap Syamsuar.

Baca Juga :  PWI Riau Peduli

Penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Siak, ucap Syamsuar, harus menjadi fokus utama bagi Bupati Siak dan juga perangkat kerja daerahnya. Hal ini harus menjadi tanggungjawab Bupati Siak sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah untuk lancarnya proses pelayanan bagi masyarakat.

“Kepercayaan dan tanggungjawab yang berat ini tentunya membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari seluruh unsur masyarakat Siak. Doa dan dukungan segenap jajaran pemerintahan dan segenap lapisan masyarakat merupakan hal yang penting, agar tujuan pembangunan yang telah kita rencanakan dapat tercapai,” kata mantan bupati dua periode.

Dengan memperhatikan tugas, fungsi serta kewajiban Bupati Siak yang begitu berat, Gubernur Riau menyampaikan beberapa hal dan hendaknya menjadi perhatian Alfedri, diantaranya, pertama, menjaga dan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan senantiasa mengakomodir segenap aspirasi masyarakat, yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk kebijakan melalui program pembangunan, sesuai kedudukan, tugas pokok dan fungsi, serta wewenang yang telah diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku.

Baca Juga :  Try Out Diikuti 530 Siswa, SMKN 2 Dumai Siap Hadapi UNBK

“Kedua, menciptakan suasana kondusif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 melalui proses mekanisme politik dan demokrasi yang sehat. Ketiga, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta wewenang sebagai Bupati Siak, haruslah senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam setiap merumuskan kebijakan yang menyangkut harkat martabat hidup masyarakat Siak,” ungkap Syamsuar.

Keempat, sambung Syamsuar, membangun kehidupan demokrasi dan politik secara sehat, serta memperhatikan aspirasi masyarakat. Kemudian mengimplementasikan dalam program kegiatan pembangunan dan menciptakan keadilan dalam pembangunan dengan menghilangkan ego geografis, etnis, suku dan agama.

“Kelima, dalam rangka terwujudnya Good Governance, sebagaimana banyak pihak mengharapkan, kiranya hal ini dapat menjadi prioritas dalam menjalankan roda birokrasi pemerintahan di Kabupaten Siak. Upayakan semuanya itu dapat berjalan optimal melalui kinerja aparatur yang semakin baik, profesional, transparan dan terbebas dari praktek-praktek KKN,” jelas Syamsuar.

Baca Juga :  Penjala Ikan Jadi Bupati Siak

Diharapkan Syamsuar, apabila semua ini dapat diwujudkan, niscaya semua agenda yang menjadi prioritas pembangunan dan tuntutan masyarakat akan dapat terlaksana dengan baik dan sukses, sebagaimana yang kita harapkan.

“Hal ini sangat sejalan dengan visi Kabupaten Siak yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Siak Tahun 2016-2021, yaitu terwujudnya Kabupaten Siak yang maju dan sejahtera dalam lingkungan masyarakat yang agamis dan berbudaya melayu, serta menjadi tujuan pariwisata di Sumatera,” ucap Syamsuar.

Sekitar pukul 10.09 WIB, prosesi pelantikan bupati Siak berakhir dan ditutup dengan doa. Selanjutnya para undangan bersalaman seraya megucapkan selamat kepada Alfedri. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *