Galeri Foto

Syahrul Resmikan Rumah Singgah di Jakarta

Walikota Tanjungpinang H Syahrul meresmikan rumah singgah pasien milik Pemko Tanjungpinang di Jakarta, Rabu (27/3) kemarin.

Peresmian ditandai dengan membuka tirai papan selubung. Rumah singgah ini berada di Jalan Taruna 1 nomor 44, Kelurahan Serdang, Kemayoran Jakarta.

Syahrul mengatakan, rumah singgah ini merupakan realisasi janji H Syahrul-Hj Rahma yang akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien baik di Tanjungpinang maupun luar daerah.

Selain di Jakarta, rumah singgah sebelumnya sudah diresmikan di Batam. Dua-duanya rumah singgah ini sudah dipergunakan masyarakat.

Syahrul mengatakan, mereka tidak hanya menjanjikan pelayanan publik meningkat, namun lansung direalisasikan. Rumah singgah yang di Jakarta ini berdekatan dengan tiga rumah sakit yaitu Dharmais, RSCM serta Rumah Sakit Harapan Kita.

Terselenggaranya program ini melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadinkes PPKB) Kota Tanjungpinang.

Di rumah singgah itu sudah ada dua pasien. Salah satu diantaranya Ahmad Muzani pasien yang berobat di Rumah Sakit Fatmawati.

Kadinkes PPKB Tanjungpinang, Rustam menuturkan, Ahmad Muzani pasien yang sudah berobat dua tahun terakhir karena tulang belakang mengalami patah.

Ia menuturkan pasien bolak-balik sesuai dengan waktu perobatan ditetapkan dokter spesialis yang menanganinyaJadi pasien yang dirujuk ke Jakarta biasanya masa perobatannya cukup lama. Bahkan juga bolak-balik karena masa kontrolnya berjangka sesuai ketentuan dokter.

Apabila mereka harus tinggal di hotel, maka biayanya akan membengkak. Maka untuk membantu mengurangi beban masyarakat, pemerintah menyiapkan rumah singgah tersebut.

Siapapun masyarakat Tanjungpinang yang hendak berobat ke Jakarta bisa menginap di sana agar hemat.

Sejak dioperasionalkan rumah singgah itu, sudah lima pasien yang tinggal di sana. Diantaranya sudah ada yang pulang ke Tanjungpinang.

Rustam menuturkan, sesuai data tahun lalu, ada 30 pasien asal Tanjungpinang yang dirujuk ke beberapa rumah sakit di Jakarta dengan berbagai latar belakang masalah kesehatan termasuk pasien kanker.

Baca Juga :  Pengesahan APBD Perubahan 2018

Ia menambahkan bahwa rumah singgah di Jakarta diprioritaskan kepada keluarga tak mampu, meski demikian tidak menutup kemungkinan bagi pasien umum atau ekonomi menengah ke atas bisa singgah jika memang sedang kosong.

Bagi pasien tak mampu selain fasilitas rumah singgah dan transportasi antar jemput juga diberikan uang pengganti makan.

Rustam menuturkan per harinya diberikan Rp25 ribu per orang. Biasanya satu pasien bisa membawa satu pendamping. Selain itu, biaya transportasi laut maupun udara dari Tanjungpinang sampai ke Bandara Soekarno Hatta.
I
ni khusus pasien tak mampu sesuai dengan ketentuan memiliki surat pengantar dari pihak RT, Lurah dan Dinsos.

H Syahrul menuturkan, pemerintah terus berupaya memberikan sesuai kebutuhan pasien. Sesuai pengalaman sebelumnya banyak pasien khususnya tidak mampu kesulitan mencari rumah tinggal sementara saat berobat di Jakarta.

”Jangan sampai ada pasien asal Tanjungpinang yang terlantar. Kami sediakan program ini untuk menjamin agar pasien khususnya tak mampu ada rumah tinggal,” paparnya.***

Narasi & Foto : Istimewa

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *