Petualang Nafsu Penculik Bocah di Siak, 6 Kali Menikah, Anak Tiri Digarap

Tersangka DN saat diamankan polisi.

RiauKepri.com, SIAK- Polres Siak berhasil mengungkap kasus penculikan sekaligus mengungkap petualang nafsu tersangka DN, mulai memiliki 6 isteri tanpa keturunan hingga lelaki ini menggarap mahkota anak tirinya sejak masih berusia anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Muhammad Faizal SIK dalam jumpa pers dengan sejumlah media, Senin (1/4/2019), mengatakan, tersangka penculikan anak di Bungaraya, Siak, juga merupakan pelaku kejahatan seksual terhadap anak tirinya.

“Saat kita mengamankan DN atas kasus penculikan anak, korban (YPS) juga ada bersamanya. Dari keterangannya kita tahu bahwa pelaku pernah menyetubuhi anak tirinya sejak masih duduk di bangku SD kelas 4,” kata Muhammad Faizal.

DN mengaku menyetubuhi korban sebanyak 6 kali dalam setahun terakhir ini, mulai dari Jambi hingga pindah ke Paked D RT 02 RW 05 Kampung Tuah Indrapura, Bungaraya.

“Awalnya Juni 2018 di Jambi, lalu digubuk tempat tinggalnya di Bungaraya. Kini korban dan ibunya dititipkan di Dinas Sosial Kabupaten Siak untuk memulihkan trauma pada anak tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  "Kampung Narkoba" Dumai Ikut Lomba KB Kesehatan Tingkat Nasional

Dari kasus penculikan ini, kepada polisi DN juga mengaku, dia menculik bocah di Jalan samping Masjid Nurul Hidayah RT 02/Rw 05 Kampung Tuah Indrapura Kecamatan Bungaraya, Siak, karena sakit hati dan dendam terhadap ayah korban yang merupakan kawan sama-sama merantau dari Jambi ke Kabupaten Siak.

DN yang hari-hari bekerja sebagai buruh lepas ini, kesal dengan ayah korban yang tidak pernah membawanya bekerja. Padahal mereka bertetangga dan sama-sama perantauan dari Jambi.

DN juga mengaku 6 kali menikah tidak memiliki anak secara bilogis, sehingga ia berniat kabur ke Bandung dengan membawa anak tirinya berinisial Yun dan anak tetangganya (RG). Renacananya akan dirawatnya seperti anak sendiri di Kota Kembang Bandung.

“Jadi waktu saya menculik Radit itu, niatnya memang mau membawa Radit ke Bandung bersama anak tiri saya. Bukan karena duit tebusan Rp100 juta yang saya minta. Tebusan itu hanya pengalihan yang saya ciptakan supaya saya bisa kabur membawa korban,” kata
Waka Polres, Kompol Hariri, menimpali.

Baca Juga :  Oknum Ormas Rampas Rokok Tanpa Cukai, Ini Akhir Ceritanya

Kasus penculikan yang terjadi Rabu (27/3/2019) sekitar pukul 17.30 WIB, saat korban akan pergi melaksanakan ibadah salat Magrib di masjid. Korban diturunkan oleh pelaku di pinggir jalan perkebunan akasia tepatnya di desa Tumang, Siak sekira pukul 21.00 WIB.

Pelaku mengikat kedua tangan korban dengan menggunakan lakban warna kuning dengan posisi kedua tangan dibelakang lalu pelaku melakban mata korban dengan menggunakan lakban wama kuning.

Karena korban meronta kesakitan, pelaku membuka lakban tersebut hingga mengakibatkan pelipis mata atas sebelah kiri korban mengalami luka robek.

Mirisnya, anak yang katanya bakal dirawat seperti anak kandung sendiri ini malah dimasukan ke dalam karung goni dan ditinggal sendirian di perkebunan akasia dengan mulut yang juga ditutup plaster.

“Saat penculikan, pelaku berhasil membujuk korban naik sepeda motornya. Korban merasa tidak curiga akan diculik karena pelaku adalah tetangganya sendiri. Korban dan anak tirinya sempat diturunkan di depan Istana Siak, karena pelaku beralasan akan menjemput baju,” terang Hariri.

Baca Juga :  Herman Serahkan Estafet Kepemimpinan PERKEMI Bengkalis kepada Marzul

Masih penjelasan Hariri, kawan-kawan korban melihat kalau korban dibawa oleh DN. Sehingga DN beberapa kali dihubungi ayah korban dan menanyakan keberadaan Anaknya. Namun pelaku kembali berdalih bahwa korban tidak bersamanya.

“Korban yang ditinggal sendirian di perkebunan Akasia cukup berani melarikan diri dan mendatangi rumah warga untuk meminta tolong. Korban dibawa ke rumah Kadus, dan diberi tempat beristirahat. Sementara pelaku yang panik karena korban melarikan diri, memilih beristirahat di rumah kosong dekat Mempura,” sebut Hariri.

Pelaku berhasil ditangkap saat pergi kearah perawang menuju Pekanbaru, Kamis (28/3/2019) pukul 10.00 WIB di Jalan Sungai Naga desa Pinang Sebatang, kecamatan Tualang, Siak.

“Atas perbuatannya, pelaku mendapat ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dari kasus ini pula terkuak kejahatan lain pelaku yakni pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan pelaku terhadap anak tirinya,” kata Hariri disampingi Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Muhamad Faizal SIK. (RK1/grc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *