Lebih Rp 37 M  BPJS Cabang Dumai Salurkan Dana BPJS Kesehatan ke RS

RiauKepri.com, Dumai- BPJS Kesehatan telah gelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk pembayaran hutang klaim jatuh tempo kepada Rumah Sakit di seluruh Indonesia

Tidak itu saja, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala Kantor Cabang (Kacab) BPJS Kesehatan Dumai Nora Duita Manurung menjelaskan dari dana sebesar Rp 11 triliun tersebut sebanyak Rp 37.841.138.806,- dikucurkan untuk untuk pembayaran di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Kesehatan Dumai yang membawahi lima kabupaten dan kota. Diantaranya Kabupaten Siak Sri Indrapura, Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan kota Dumai.

Menurut Nora, kendati BPJS Kesehatan selama ini berutang, namun pelayanan di Rumah Sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan tak ada masalah.

“Tak ada masalah, pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Dumai berjalan seperti biasa,” jelas Nora menjawab riaukepri.com dalam temu pers bersama sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan BPJS Kesehatan Dumai Selasa (16/04/19)

Baca Juga :  Optimalkan Usulan DAK Tahun 2020, Bappeda Bengkalis Diskusikan Langsung ke Tim Bappenas

Menurut Nora Duita Manurung, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayaran dilakukan kepada Rumah Sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap.

“Urutan pembayaran dilakukan sesuai cacatan kami. Artinya rumah sakit yang lebih dulu mengajukanberkaa secara lengkap pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dahulu,” jelasnya.

Upaya menuntaskan pembayaran klaim fasilitas kesehatan tersebut dapat terwujud, ujar Nora Duita Manurung, karena adanya dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Dijelaskan, setiap tanggal 15 merupakan waktu yang ditentukan untuk untuk pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayar BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

Baca Juga :  Ramadhan 1440 H Semakin Dekat, Disdagprin Imbau Rekanan Pasar Murah Segera Bersiap

“Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan. Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini,” terangnya.

Masih menurut Nora, dengan dibayarkannya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan diharapkan fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajiban sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Dan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada paaien JKN-KIS.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi sebagaimana diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit akan lebih tenang dan tenaga kesehatan juga merasa nyaman,” tuturnya.

Baca Juga :  Jari Telunjuk Syamsuar Sudah Bertinta Biru

Kata Nora Duita, program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas juga memberikan kontribusi kepada pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Apabila ada kekurangan hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama.

“Jangan sampai ada diskriminasi yang bersifat kuistis lalu digeneralisir sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik,” terangnya.

Kedepan, tambah Nora Duita Manurung, pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas program JKN-KIS dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki.

“Kami berterimakasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerjasama, pengertian dan kesabaran selama ini,” ujar Nora Duita Manurung sembari menambahkan bahwa di wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Kesehatan Dumai terdapat 160 FKPT dan 13 FKRTL dan BPJS Kesehatan telah membayarkan dana kapitasi dan klaimnya.

“Total pembayaran yang diakukan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Dumai sebesar Rp 37.841.138.806,” ungkapnya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *