MerantiPolitikRiau

Zuriadi Komit Pulangkan Mahasiswa, Akui Lakukan Pelangaran Kampanye

RiauKepri.com, PEKANBARU– Caleg dari Patai Perindo, Zuriadi Fahmi, untuk DPRD Meranti mengaku komit memulangkan mahasiswa kembali ke Pekanbaru. Dia juga mengaku melakukan pelangaran lantaran dimasa tenang berkampanye meminta mahasiswa memilihnya.

Jumat malam (19/4/2019), sekitar pukul 21.44 WIB, seorang lelaki mengaku Zuriadi Fahmi menghubungi redaksi riaukepri.com. Sebelumnya yang bersangkutan sudah berulang kali dihubungi wartawan ini via layanan WhatsApp namun tak dibalas.

“Saya ingin meluruskan berita, bahwa bukan saya memtelantarkan mahasiswa, saya komit dengan janji untuk memfasilitasi mahasiswa kembali ke Pekanbaru pada hari Kamis dan Minggu,” kata Zuriadi di ujung telepon gemgamnya.

Menurut Zuriadi, dia berencana memulangkan mahasiswa pada hari Kamis (18/4/2019). Namum pada saat itu, tanpa konfirmasi sebagian mahasiswa pulang ke Pekanbaru, sebanyak 16 orang. Sementara kapasitas bus yang hendak disewa minimal 26 orang.

“Kalau saya pulangkan mahasiswa itu, rugi pada sewa bus. Akhirnya, 16 mahasiswa itu pulang dengan biaya sendiri. Merekapun tidak memberi tahu kepada saya. Kalau tahu mereka pulang saya kasi ongkosnya,” kata Zuriadi.

Zuriadi menyebutkan, ada 46 mahasiswa yang dia fasilitasi untuk pulang ke Telukbelitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti, untuk memberikan hak politiknya dalam Pemilu serentak 17 April 2019 lalu.

“Mahasiswa yang belum pulang itu, hari Minggu nanti saya fasilitasi untuk pulang ke Pekanbaru,” ucap Zuriadi.

Secara terpisah, Rial salah seorang mahasiswa yang dirugikan itu mengatakan, sebelum pulang ke Pekanbaru, kawan-kawannya yang lain sudah menghubungi Caleg tersebut, tapi tidak ditanggapi. Main pakai diam saja.

“Setelah berita naik di riaukepri.com, Zuriadi menelpon saya. Dia bilang mahasiswa harus kompak, dan dia juga bilang kalau tahu duluan pulang mau kasi uang Rp150 ribu untuk ongkos. Sekarang siapa yang tak kompak, kenapa setelah kami sampai di Pekanbaru baru bicara mau kasi uang untuk ongkos. Kenapa sebelumnya diam saja ketika mahasiswa menghubunnginya,” ungkap Rial.

Baca Juga :  Ramah Lingkungan, Petambak Diberi Sertifikat CBIB

Rial, kata Zuriadi, tidak masuk dalam kelompoknya, bukan bagian dari mahasiswa yang difasilitasi untuk pulang gratis. Bahkan, Zuriadi menyakini Rial tidak memilih dirinya.

Kenapa bisa tahu Rial tidak memilih anda, bukankah ketika warga memberi hak politik sifatnya rahasia? “Kami sudah hitung perolehan suara di setiap TPS, begitu juga di TPS tempat Rial memilih sehingga bisa tahu Rial tidak memilih saya,” jawab Zuriadi.

Ditanya, ketika mahasiswa berada di dalam bus saat itu hendak menuju ke Telukbitung, dirinya berkampanye menyuruh mahasiswa memilihnya? Zuriadi mengakui hal itu, dan dia juga mengakui bahwa itu merupakan kesalahan karena melakukan pelangaran karena saat itu minggu tenang menjelang satu hari pencoblosan.

Ditanya lebih dalam soal pelanggaran itu, Zuriadi menyudahi wawancara via handphone. “Yang jelas saya ingin meluruskan berita, walau saya kalah saya tetap komit memulangkan mahasiswa ke Pekanbaru,” kata Zuriadi menyudahi pembicaraan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa menuding ditelantarkan Caleg lantaran janji memulangkan mahasiswa pada hari Kamis (18/4/2019), tidak ditepati. Diyakini hal ini terjadi dikarenakan sang Caleg gagal duduk di kursi dewan Kabupaten Meranti. (RK1)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *