Saling “Sikut,” Dua Caleg PPP Inhu Terancam Dipecat

Ketua Bawaslu Inhu, Dedi Risanto, MSi.

RiauKepri.com, RENGAT– Dua orang Caleg DPRD Inhu dari Dapil Inhu I terancam dipecat karena dianggap melanggar AD/RT Parpol PPP.

Jika sanksi pecat itu benar-benar diberlakukan maka salah satu Caleg PPP pendulang suara terbanyak dengan harapan akan ikut dilantik menjadi anggota DPRD Inhu periode 5 tahun mendatang akan menjadi mimpi disiang bolong. Sebab, Ketua DPC Parpol PPP Suharto, SH mengatakan sanksi pemecatan kepada kader PPP bahkan kepada dua orang oknum Caleg PPP dari Dapil Inhu I karena melanggar AD ART.

“Dia tidak ada melapor sama DPC, itu sudah menyalahi AD/ART Partai Dan tidak ada konsultasi sama sekali,” sesal Suharto.

“Resiko bisa dipecat kepada siapa?,” cerca RiauKepri.com via wattshap. “Keduanya, baik Eka maupun Doni,” sambung Suharto

Baca Juga :  Atlet Bengkalis Bawa Riau ke PON 2020

Pernyataan keras tersebut dikatakan Ketua DPC Parpol berlambag Kabah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu pada hari Senin (29/4/2019) karena Caleg PPP dari Dapil Inhu I nomor urut 3 dari Dapil Inhu I atas nama Mulya Eka Maputra alias Eka melaporkan dugaan pidana ke Bawaslu Inhu, Minggu malam (28/4/2019).

Eka (24) warga Kecamatan Rengat Kota itu memilih melaporkan dugaan pidana Pemilu ke Bawaslu Inhu karena atas perbuatan atau kelaliaan orang – orang tertentu yang telah menzolimi dirinya sebagai Caleg dengan perolehan suara terbanyak di Dapil Inhu I justru ‘ditimpa’ Caleg patahana nomor urut 1, Doni Rinaldi.

“Berdasarkan bukti-bukti, C-1 dan bukti-bukti DA-1, maka pendulang suara terbanyak untuk Caleg PPP di Dapil I adalah saya, bukan Doni,” sebut pelapor, Mulya Eka Maputra alias Eka di Kantor Bawaslu, Minggu malam (28/4/2019).

Baca Juga :  Entah Apa yang Merasuki, Sekda Meranti Minta Pegawai Tetap Kompak

Mirisnya lagi, kata Eka, akibat perbuatan curang atau kelaliaan oknum oknum tertentu tersebut maka Pleno tingkat Kecamatan Rengat Minggu (28/4/2019) kemaren di Kantor Camat Rengat suara Caleg patahana nomor urut 1 Doni Rinaldi disulap menjadi pendulang suara terbanyak.

“Yang saya laporkan disini bukan sesama Caleg PPP, tapi panitia PPS Kecamatan Rengat,” ungkap Eka yang mengaku hak-haknya menjadi Caleg perolehan suara terbanyak telah disulap di urutan terbanyak ke dua.

“Pergeseran suara terbanyak kepada Caleg Doni Rinaldi di trasnper dari suara Caleg nomor urut lainnya (sesama PPP) khususnya suara di Kecamatan Rengat,” terang Eka.

Baca Juga :  Menteri Pertanian: Saya Siap Dukung Apapun yang Dibutuhkan Riau

Sementara itu Ketua Panwaslu Dedi Risanto membenarkan laporan Caleg PPP, Eka, akan di proses paling lambat 14 hari kerja. “Menurut pelapor, perolehan suara terbanyak pelapor tergeser oleh sesama Caleg PPP, Doni Rinaldi,” jawab Dedi Risanto di Kantor Bawaslu Pematangreba.

Kelak, kata Dedi, jika terbukti ada unsur sengaja maka akan diancam Pidana pasal 532 ancam Penjara 4 tahun dan denda 48 juta. “Baik Caleg maupun panitia sama di mata hukum,” sebut Dedi.

Pantauan di Kantor Bawaslu, pelapor Caleg PPP Eka dan PPS Kecamatan Rengat diperiksa terpisah. Sebab pelapor Caleg PPP, Eka diriksa oleh penindak dari Bawaslu dan tiga orang panitia PPS Kecamatan Rengat diperiksa Penyidik Gakumdu dari Polres Inhu. (RK 6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *