Semangat Berteater Anak Muda Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU – Perhelatan Parade Teater Se-Riau yang ditaja Dinas Pariwisata Riau, Selasa (30/4/2019) di Anjung Seni Idrus Tintin, menjadi bukti bahwa teater Riau terus bergeliat. 11 kelompok seni dari kabupaten/kota Provinsi Riau ikut berpartisipasi. Membanggakan, 80 persen pesertanya didominasi anak-anak muda. Saludnya, mereka berangkat ke Pekanbaru menggunakan biaya sendiri. Semangat untuk berkarya dan menampilkannya di gedung seni pertunjukan termewah di Sumatera ini terus bergelora.

Menakjubkan, pada perhelatan ini, bermunculan sutradara, aktor dan aktris muda yang memiliki kemampuan yang memukau. Kualitas penyutradaraan dengan mengokah nilai-nilai Melayu terasa di setiap denyut karya mereka. Melayu menjadi laluan memperkuat identitas dalam setiap karya yang ditampilkan. Begitu juga aktor dan aktrisnya memperlihatkan kemampuan seni peran yang memikat sebagai orang Melayu Riau dalam bersikap.

Baca Juga :  Unilak Santuni 60 Anak Yatim Piatu

Dalam perlombaan pastilah ada yang menang dan yang kalah, namun lebih daripada itu, Parade Teater Se – Riau menjadi alas padangan bahwa anak muda Riau memang ‘haus’ berkarya. Mereka memerlukan wadah untuk menampilkan karya-karya ‘hati nurani’ ke tengah khalayak ramai. Mereka tak segan-segan merogoh kocik sendiri untuk dapat tampil pada perhelatan ini. Mereka berangkat dari Inhil, Inhu, Kuansing, Kampar, Dumai, Rohil dan Siak dengan biaya sendiri. Saya yakin, bukan kemenangan menjadi juara tujuan utama mereka memgikuti perhelatan ini, tapi ingin menampilkan karya mereka di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, ini yang selalu menganak semangat mereka, sehingga mereka berani ‘berkorban’ untuk bisa tampil.

Baca Juga :  Kol Laut (P) Himawan Jabat Danlanal Dumai, Danlantamal; Segera Beradaptasi

Syabas bagi pekerja teater Riau dan selamat bagi para pemenang. Seni teater memang berada di ruang sunyi, namun gerakkannya menjadi amunisi mencintai negeri Riau ini. Mari kita terus berkarya! Sekali lagi, syabas bagi pekerja teater Riau!

Catatan penting untuk panitia, seharusnya para pemenang diberikan sagu hati (uang pembinaan). Saya yakin, bukan uang menjadi tolok ukur mereka ikut dalam perhelatan ini, namun sagu hati tersebut dapat membantu biaya yang mereka keluarkan mengikuti perhelatan seperti ini. Pengalaman saya mengikuti festival teater di Riau, uang yang didapat dari berbagai ketegori lomba dikumpul dan digunakan untuk biaya yang sudah dan akan dikeluarkan. Bayar utang, bayar transportasi, dan bayar lain-lainnya yang menyangkut biaya mengikuti helat ini. Semoga ke depan, panitia menyadari hal ini. Terima kasih.

Baca Juga :  Di Hari Jadi Anggota Gerakan Pramuka Riau Donorkan Darah

Hang Kafrawi, Ketua Teater Matan Riau

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *