Dari Pagi Hingga Zuhur di Masjid An-nur, Ini Cerita Mengerikan Dialami Gubri

Gubernur Syamsuar saat meninjau tangga lift.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Sejak pagi Ahad (5/5/2019), pukul 09.00 WIB hingga Salat Zuhur berjemaah, Gubenur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution, berada di Masjid Agung An-nur.

Mereka berdua meninjau langsung beberapa perbaikan pada Masjid Agung An-Nur yang terletak di pusat ibukota Provinsi Riau. Langkah peninjauan pertama, Gubri dan rombongan melihat tempat berwudhuk laki-laki dan perempun yang berada pada sisi kiri bangunan.

Di tempat berwudhuk ini, Edy Nasution melihat sejumlah lampun listrik menyala dan diminta untuk dipadamkan agar tidak mubazir. “Kalau tidak dipakai, sebaiknya lampu ini dipadamkan,” ucap Edy Nasution.

Tak lama kemudian lampupun tampak padam, sementara di ruangan tempat berwudhuk Syamsuar sempat menghidupkan kran dan air pun mengucur deras.

Gubernur Syamsuar sempat temanggu melihat atap yang bocor sehingga merusak plapon alias langit-langit, kemudian meminta agar hal itu diperbaiki.

Di saat Gubri dan rombongan meninjau perbaikan di tempat wudhuk, sejumlah petugas nampak bekerja membersihkan kamar mandi tempat jemaah buang air besar dan kecil.

“Ke depan kita harapkan tempat buang air kecil lebih sesuai dengan anjuran agama kita. Tak usah berdiri lagi, kita buat posisinya menjongkok ya,” kata Syamsuar kepada Kadis PU Riau, Dadang Eko Purwanto.

Baca Juga :  2 Tokoh Riau Dapat Penghargaan dari Negara, Ini Jasa Mereka

Usai melihat tempat berwudhuk laki-laki, Syamsuar bersama rombongan ke kesebelah, tempat wudhuk wanita. Orang nomor satu di Riau ini hanya melihat dari luar, dan terlihat olehnya bahwa tempat wudhuk tersebut sudah bersih.

Gubernur Riau sempat temanggu melihat kondisi tempat berwhuduk.

“Tempat wudhuk wanita ini lebih bersih dari tempat wudhuk laki-laki, memang bersih dari awal atau baru dibersihkan,” tanya Syamsuar dan dijawab pertugas masjid, baru dibersihkan.

Gubernur Syamsuar juga sempat melihat sekolah dalam lingkungan Masjid Agung An-nur, dan dia punya rencana ke depan demi kepentingan murid dan guru disana.

Selanjutnya langkah Syamsuar mengelilingi masjid kebanggan masyarakat Riau ini terhenti pada posisi belakang, sebelah kanan, persisnya di tangga
lift.

“Macam mano nak naik tangga lift ini, tombol saje tak ado. Berfungsi atau tidak ni,” tanya Syamsuar dengan logat Melayu Riau pesisir.

“Masih bagus, pak. Lift ini digunakan untuk membawa mayat ke atas untuk disalatkan. Tombolnya hilang entah kemana, dimainkan anak-anak,” kata petugas Masjid Agung An-nur.

Baca Juga :  12 Pejabat Eselon II Riau Dilantik, Ini Nama dan Jabatannya

Kalau mau membuka pintu lift ini, sambung petugas itu, pakai tangan saja pak. Namun ketika petugas itu memperatekkannya pintu lift tak terbuka. Tak lama berselang petugas masjid lainnya datang membawa obeng belah dan membuka pintu lift setelah mencongkel bagian atas sudut kanan pintu lift itu.

Dengan menggunakan tangannya, kadis PU Riau membuka pintu lift dan masuk ke dalam. “Kapasitas lift ini 1,4 ton,” kata petugas kepada Syamsuar.

“Mengerikan rasonyo, tak berani sayo naik lift ini. Sekali bergerak, tak bisa pula pintu dibuka. Bahayo,” kata Syamsuar dan disambut ketawa para rombongan.

Tak berani menggunakan lift, Syamsuar dan rombongan masuk ke masjid menggunakan anak tangga bagian depan yang biasa digunakan jemaah.

Di dalam masjid, terlihat petugas memperbaiki lampu hias dan lampu penerangan lainnya. “Masjid ini ada genset, tak,” tanya Edy Nasution.

“Ada gensetnya, pak. Tapi tak hidup. Sudah lama rusaknya,” kata petugas masjid.

Baca Juga :  Ini Kegiatan Pertama Syamsuar-Edy Nasution Sebagai Kepala Daerah

“Kalau ada tapi tak bisa menyala itu sama saja tak ada. Jadi kalau padam lampu PLN susah orang mau salat,” ucap Edy Nasution.

Syamsuar-Edy Nasution saat meninjau tempat wudhuk di Masjid An-Nur.

“Adanya perbaikan-perbaikan di masjid ini, agar umat muslim yang beribadah mendapatkan kenyaman. Sehingga, saat ibadah lebih kusyuk,” ungkap Syamsuar.

Adapun perbaikan yang dilakukan pada bagian atap, sanitasi dan tangga jalan. Masjid ini mampu menampung sekiar 4.500 jamaah untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu. Meskipun bukan bangunan aslinya, masjid ini selalu menjadi tempat yang dikunjungi oleh muslim traveler dan non muslim traveler, karena bangunannya yang menyerupai Taj Mahal.

“Untuk itu, bukan hanya pengurus masjid yang menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan masjid, tapi peran semua pihak untuk menjaganya. Mari kita bersama membudayakan buang sampah pada tempat yang sudah disediakan,” jelas Syamsuar.

Masjid ini, ucap Syamsuar, menjadi salah satu tujuan oleh wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Setiap orang yang masuk ke areal masjid ini diwajibkan menggenakan pakaian muslim atau yang menutup aurat.(RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close