Insya Allah, Tahun 2020 Masjid An-nur Ada Payung Raksasa

Gubernur Syamsuar duduk sejenak setelah melihat lokasi payung raksasa yang akan dibangun.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Jika tidak ada aral melintang, pada tahun 2020 di halaman depan Masjid Agung An-nur, bediri maenbrand atau patung berukuran raksasa seperti di Masjid Nabawi, Madinah.

Dalam upaya mewujudkan keinginan itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Ahad (5/5/209), melakukan peninjauan langsung ke Masjid An-nur, didampingi Karo Kesra Masrul Kasmy, Kadis PU, Dadang Eko Purwanto, Biro Umum Setdaprov Riau, Hariadi.

“Insya Allah di halaman depan Masjid An-nur ini akan kita bangun payung besar seperti Masjid Nabawi,” kata Edy Nasution.

Baca Juga :  Tak Bisa Hadir Pada Milad Meranti, Ini Kesibukan Gubri

Soal kapan pembungan payung tersebut, Syamsuar meminta Kadis PU Riau, Dadang Eko Purwanto, secepatnya membuat perencaan kerja hingga tahun depan 2020, sudah terealisasi.

“Berapa besar dan berapa banyak payung nantinya dibangun, berikut biaya, tolong dibuat perencanaannya,” pinta gubernur Riau.

Menjawab wartawan, Dadang menyebutukan, pada APBD Perubahan 2019 ini pihaknya terlebih dahulu membuat design maenbrand atau payung besar tersebut, setelah itu tahun
2020 baru dilakukan pengerjaan fisik.

“Soal berapa banyak payung nantinya, tergantung kebutuhan, begitu juga masalah biayanya. Semuanya mesti kita hitung terlebih dahulu,” ucap Dadang.

Baca Juga :  Hari Pertama PSBB, Warga Riau Masih Degil

Dalam perkiraan Dadang, paling sedikit 10 payung akan dibangun dengan ketinggian 10 sampai 15 meter. Payung ini nantinya kuncup ke atas.

Masjid Agung An-nur mulai dibangun pada tahun 1963 dan pada masa Gubernur Kaharuddin Nasution bisa direalisasikan pembangunannya tahun 1966. Pada 27 Rajab 1388 Hijriah atau pada 19 Oktober 1968 Masjid Agung An-Nur diresmikan oleh Arifin Achmad, Gubernur Riau waktu itu.

Masjid ini masuk dalam situs budaya nasional, yang sudah dipugar pada tahun 2000 silam saat kepemimpinan Gubernur Saleh Djasit. Luas lahan masjid yang awalnya 4 hektare kemudian bertambah menjadi tiga kali lipat dengan luas saat ini sekitar 12,6 hektar. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *