Saling Ejek di Facebook, Hingga Berbalas Nyawa Pelajar Pekanbaru

Suasana pembantai terhadap teman sendiri.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Angga (18) pergi selama-lamanya dengan sejumlah bekas luka yang menganga. Bersama pelajar ini tersingkap cerita persoalannya berawal dari saling ejek di dunia maya, facebook, hingga 5 temannya melepas geram hingga Angga membayar dengan nyawa pada Kamis (09/05/19) dini hari.

Dalam jumpa pers, Kepala Sub Direktorat Krimum III Polda Riau, AKBP Mohammad Kholid, dalam gelaran konfrensi pers mengatakan antara Angga dan empat tersangka yang sudah diamankan adalah teman karib yang tergabung dalam satu geng motor bernama Warlex.

Baca Juga :  KM Jelatik 8 Ditahan, Stok Sembako di Meranti Tetap Aman

“Kasu penganiayaan hingga menghabiskan nyawa korban berawal dari saling ejek di Facebook. Untuk tersangka sendiri yakni berinisial MK (15), RG (16), YV (16) dan KI alias Oji (18),” ungkap Kholid.

Selain mengamankan tersangka yang masih di bawah umur itu, polisi juga menyita dua buah celurit panjang (egrek) dan sebuah parang panjang yang diduga digunakan menghabisi korban. “Mereka mengeroyok dan membacok korban. Akibatnya korban meninggal dunia,” ujar Kholid.

Sebelum terjadi pengeroyokan
di kawasan Sidomulyo Barat, Jalan Soekarno-Hatta, dekat Perbengkelan Sukajaya, Tampan, korban bersama rekannya Rahmad Aidio tengah berada di kedai tempat rekannya itu berada. Tidak lama, korban berjalan menuju pelaku yang telah menunggu dengan bersenjatakan celurit dan parang tersebut.

Baca Juga :  LAMR Ajak Masyarakat Manfaatkan Call Centre Pengaduan Kasus Narkoba

Mengetahui para tersangka memegang senjata tajam, Angga melarikan diri namun korban berhasil ditangkap kemudian teman-teman mengeroyok dengan senjata tajam.

Rahmad teman Angga lainnya berhasil selamat dengan bersembunyi di semak-semak yang tak jauh dari TKP. Sementara, Angga telah terkapar di pinggir jalan bersimbah darah. Setelah pelaku pergi, Rahmad kemudian menghampiri korban dan membawanya ke rumah sakit Eka Hospital menggunakan mobil pengguna jalan. Namun, nyawa Angga tak terselamatkan meski sudah mendapat perawatan dari rumah sakit tersebut.

“Total pelaku ada lima orang, seorang lagi berinisial S masih kita buru (DPO). Mereka ini putus sekolah,” ungkap Kholid.

Baca Juga :  Bangsai! Bertambah 135 Pasien Covid-19 di Riau

Masing-masing tersangka, jelas Kholud, dijerat dengan pasal berlapis yakni, pasal 338 jo pasal 170 jo pasal 351 ayat 4 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana. (RK1/rtc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *