Ini Kronologis Amuk di Rutan Siak, 2 Pucuk Senjata Hilang

Polisi saat membersihkan puing-puing bekas amuk di Rutan Siak.

RiauKepri.com, SIAK- Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, membeberkan kronologis kejadian di Rutan Siak hingga terjadi pembakaran. Disebutkan juga dua senjata api peluru karet milik petugas Rutan belum diketahui keberadaannya.

Menurut keterangan Kepala Keamanan Rutan Siak Mulyadi, kata Sunarto, pada pukul 21.00 WIB dijumpai dugaan penggunaan sabu di blok wanita oleh pegawai rutan, kemudian dilaporkan ke Kepala Rutan Gatot.

Selanjutnya kepala Rutan menghubungi Kasat Narkoba Polres Siak. Menyusul laporan itu, Kasat Narkoba bersama anggota Narkoba melakukan pengembangan.

Baca Juga :  Di Tanah Kelahiran Balon Wakil Bupati Herman, AMAN Resmikan Posko Pemenangan Perdana

Setelah dilakukan penyelidikan maka didapatkan 4 tahanan laki-laki yang menggunakan sabu. Setelah dilakukan BAP ternyata 3 yang terbukti namun yang 1 tidak. 3 tahanan yang terbukti, IM, ZP dan DI, diamankan dan diantar ke ruang trapsel.

Dalam perjalan ke trapsel, diduga pegawai Rutan melakukan pemukulan tahanan tersebut, sehingga membuat para tahanan lain tidak terima atas perlakuan petugas rutan dan para tahanan melakukan pemberontakan.

Sekira pukul.11.00 WIB, para tahanan melakukan kerusuhan dengan menjebol pintu blok sel tahanan sehingga petugas Rutan kewalahan dan menghubungi pihak Polsek Siak.

Baca Juga :  WNI Terlantar di Malaysia, Besok Dipulangkan Lewat Pelabuhan Bengkalis-Dumai

Sekira pukul.01.30 WIB, para tahanan melakukan pembakaran dibagian depan bangunan rutan. Pukul
04.00 WIB dilakukan evakuasi tahanan.

“Jumlah napi dan tahanan sebanyak 648 orang. Napi yang sudah diamankan dan dievakuasi sebanyak 110 orang,” kata Sunarto.

Sunarto menyebutkan, sesuai keterangan kepala Rutan, ada 3 pucuk senjata jenis glog namun baru 2 diamankan, berarti masih kurang satu pucuk.

Selain itu juga ada senjata jenis shootgun sebanyak 6 pucukĀ  namun 5 sudah diamankan, kurang 1 pucuk lagi.

“Seluruh senjata di Rutan itu menggunakan peluru karet,” ujar Sunarto. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *