Buku Raport Siswa SMPN 2 Pulau Gelang Inhu Ludes ‘Dilalap’ Api

Bangunan SMP N 2 Dilalap si jago merah

RiauKepri.com, RENGAT – Kebakaran melanda sekolah menengah pertama negeri (SMPN 2) di Desa Pulau Gelang Kecamatan Kualacenaku Kabupanen Indragiri Hulu (Inhu) mengakibatkan seluruh arsip sekolah ludes ‘dilalap’ api, Jumat 13 mei 2019 sekira pukul 16.00 Wib.

“Buku raport siswa siswi dan buku buku mata pelajaran ludes dengan kerugian sekitar 200 juta,” jawab Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui paur Humas Brigadir Misran, membenarkan musibah, Selasa (14/5/2019).

Ludesnya berbagai arsip berharga milik Sekolah termasuk dua unit Laptop karena seluruh dokumen disimpan dalam ruangan tata usaha. “Yang terbakar itu ruangan Kepala Sekolah dan ruangan tata usaha,” sambung Paur Humas.

Baca Juga :  Bupati Siak Merasa Kecewa Kepada ASN dan Honoror, Ini Sebabnya

Kronologi musibah kebakaran diketahui oleh saksi Tularno (53) warga Dusun Sendolas Desa Pulau Gelang Kecamatan Kualacenaku sekitar pukul 16.00 Wib yang melihat kebulan asap datang dari sekolah.

Melihat insiden tersebut saksi Tularno memberitahukan masyarakat sekitar tentang adanya kebulan asap dan api muncul sehingga warga beramai – ramai datang ke Sekolah untuk membantu memadamkan api dan disusul kehadiran regu mobil Damkar ke lokasi sekitar pukul 16.40 Wib sehingga sekira pukul 17.10 Wib api yang membakar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Desa Pulau Gelang berhasil dipadamkan.

Baca Juga :  Kampanyekan Pentingnya Konsumsi Pangan Beragam, DKP Siak Taja Festival Pangan Lokal dan Lomba Cipta Menu

Sementara sumber api yang menjadi penyebab musibah masih belum diketahui. “Masih dalam lidik,” singkat Paur Humas.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisidik) Pemkab Inhu Kamarulzaman mengatakan aktifitas proses belajar mengajar di SMPN 2 Pulau Gelang tetap berjalan normal. “Tadi malam lepas buka puasa saya sudah ke lokasi. Yang terbakar itu hanya ruangan TU dan Kepala Sekolah,” jawab Kamarulzaman.

Terkait rencana rehap dan atau pembangunan kembali dua unit ruangan, mantan Kadis Sosial itu mengatakan harus melalui proses. “Tapi yang pasti situasional nya sudah saya lapor ke Pimpinan dan mudah mudahan ada skala prioritas,” singkat Kadisdik. (RK 6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *