PekanbaruRiau

Habitat Gajah Sumatera di Riau Mencapai 179 Ekor

RiauKepri.com, PEKANBARU- Untuk ketiga kalinya PWI Riau bersama Kemen LHK menggelar ngobrol pintar (ngopi). Kali ini dengan tema “Konservasi Sumber Daya Alam Hayati,” Senin (13/05/2019) di gedung Graha Pena Riau, Pekanbaru.

Dalam diskusi ini Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang, mengatakan program ngopi PWI Riau dilakukan untuk menambah wawasan, informasi, dan bahan liputan bagi wartawan terutama yang peduli terhadap lingkungan hidup dan kehutanan.

“Kami bekerjasama dengan Kemen LHK menghadirkan narasumber berkompeten. Kegiatan ini akan dilakukan lagi di tanggal 27 Mei. Kita juga mengadakan lomba karya tulis jurnalistik kategori tulisan, foto, dan video dengan hadiah total Rp 115 juta dan berkunjung ke Raja Ampat Papua,” ujar Zulmansyah.

Sementara narasumber dari KemenLHK menghadirkan Direktur Jenderal Konservasi sumber daya alam dan ekosistem, Ir.Wiratno MSc. Direktur Pencegahan dan pengaman hutan Ditjen Penegakan Hukum Ir.Sustyo Iriyono Msi.

Menurut Wiratno, di Riau kawasan suaka Rimbang Baling, dan Taman Nasional Zamrud masih bagus kawasan hutannya. “Mari kita kelola alam dengan benar agar membawa berkah,” ajaknya.

Di paparkan lebih jauh oleh Wiratno, untuk di Riau ada sekitar 17 kantong habitat gajah sumatera. Di antaranya Rokan Hilir, Petapahan, Tesso Nilo, Serangge, Balai Raja, Mahato, Giam Siak Kecil, Teso Nilo Utara, Tesso Nilo Tenggara, dengan jumlah populasi 159-179 induk, sementara untuk seluruh Indonesia 1.659 induk.

“Saya tak habis pikir gading gajah itu diburu, salah satunya hanya dipakai untuk pipa rokok. Di tahun 2015 populasi gajah dari 611 ekor menjadi 693 ekor, di tahun 2018, dan populasi gajah sumatera terbesar itu ada di Gunung Lauser,” ujar Wiratno.

Acara ngopi pintar diikuti oleh lebih dari 150 wartawan dari media cetak, online, televisi dan radio yang ada di Pekanbaru, dan diakhiri diskusi ditutup dengan buka puasa bersama. (RK7)

Baca Juga :  Keberanian Riyo Menyulam "Sosak"
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *