KamparRiau

Safari Ramadan di Pandau, Gubri Gemakan Zakat, Ekonomi Syariah, dan Wakaf

RiauKepri.com, KAMPAR– Seiring usainya adzan Isya, mobil Kijang Innova BM 1954 seri 20 G, berhenti di depan gapura pintu masuk Masjid Raya Ittihadul Ummah Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Jumat (17/5/2019) malam.

Seketika dari pintu belakang sebelah kiri, turun seorang lelaki mengenakan baju koko putih dan bercelana kain hitam. Dia adalah Gubernur Riau, Drs H. Syamsuar MS.i, yang malam itu melakukan safari Ramadan.

Kehadiran orang nomor satu di Riau bersama rombongan, disambut pengurus masjid dan Kepala Desa Pandau Jaya. Tampak dalam rombongan gubernur Riau, Sekdaprov Riau, Hijazi, Kanwil Depag Riau, Kadis PU Riau, Direktur Kredit dan Syariah Bank Riau Kepri, Tengku Irawan, dan Ustadz Zulhendri Rais Lc.MA.

Helat ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an kemudian kata elu-eluan dari Ketua Masjid Raya Ittihadul Ummah Pandau Jaya, H Supriadi.

Pada kesempatan itu, Supriadi membeberkan bahwa dalam proses pembangunan masjid ini dirombak total karena banyak bagian dinding yang rusak dan atap yang bocor.

“Alhamdulillah, berkat bantuan masyarakat dan pemerintah, masjid ini berdiri kokoh dan banyak jemaah yang datang salat berjemaah di masjid ini,” ucap Supriadi.

Salat Subuh di sini, kata Supriadi, menurut para imam dan ustadz yang sudah sempat melakukan tausiah dan salat di masjid ini, sama macam salat berjemaah Jumat, karena jemaah selalu ramai dan penuh mengisi salat fardu. Terlebih lagi pada bulan Ramadan ini.

Gubernur Syamsuar foto bersama pengurus masjid dan rombongan.

Usai sambutan ketua masjid Dirut Bank Riau-Kepri, Tengku Irawan, menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 50 juta secara simbolis kepada Gubernur Riau, Syamsuar. Kemudian gubernur Riau menyerahkan santunan itu kepada pengurus masjid.

Syamsuar dalam sambutannya mengatakan, bersilaturahmi dengan jemaah di Masjid Raya Ittihadul ini bukan pertama kali, bahkan jauh hari sebelum menjadi gubernur Riau dia sudah beberapa kali datang ke masjid ini.

Baca Juga :  TNI Polri di Riau Kompak Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019

“Kami mohon dukungan dan doa dari jemaah masjid agar kami selalu sehat dan bisa menjalankan amanah yang sudah dipercayakan kepada kami sebagai gubernur Riau,” pinta Syamsuar.

Saat ini, sambung Syamsuar, Pemerintah Provinsi Riau sedangkan melakukan pengembangan ekonomi syariah, dan saat ini Bank Riau Kepri sudah dikonversi menjadi syariah. Proses transisinya paling tidak selama setahun.

“Bank RiauKepri syariah ini bukan saja umat Muslim yang menabung tapi umat lainnya juga bisa karena keberadaan Bank RiauKepri syariah ini dalam upaya meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Syamsuar.

Syamsuar juga sempat menyingung masalah wisata halal. Menurutnya, masyarakat Riau adalah komuditi produk dari luar yang tidak jelas halal dan haramnya. “Kita jadi pasar mereka, padahal kita sendiri adalah muslim,” ucap Syamsuar.

“Negara luar itu, sekarang ini berlomba-lomba membuat label halal pada produk mereka, baik itu makanan, obat-obatan, dan komestik. Karenanya kita sudah berkoordinasi dengan MUI dan BP POM Pekanbaru untuk memperhatikan ini, terkhusus memfasilitasi UMKM produknya bisa berlebel halal. Sehingga orang makan tidak merasa ragu lagi karena produk berlebel halal juga sehat di Riau ini,” ungkap Syamsuar.

Syamsuar juga menggemakan zakat di Riau. Cerita Gubri, di Riau ada sorang pengusaha membayar zakat hingga mencapai Rp 30 miliar. Ini artinya banyak orang Riau yang kaya namun zakatnya tidak dikelola secara baik.

“Jika zakat ini berjalan baik, bisa membantu pemerintah daerah. Sebab, APBD Riau tidak bisa menampung semua keinginan, selain anggaran terbatas juga terhambat oleh aturan. Jadi saya imbau agar membayar zakat ke Baznas, jangan sendiri-sendiri karena jika dibayar ke Baznas maka pengelolanya jelas,” pinta Syamsuar.

Zakat potensi besar dalam pembangunan umat, dan umat diminta Syamsuar harus paham betul di balik harta kita ada hak-hak orang lain.

Baca Juga :  Kelompok Binaan Pertamina RU II Sungai Pakning Raih Adhikarya Pangan Nusantara 2018

“Selain zakat, kedepan kita juga menggalakan wakaf tunai. Wakaf ini bisa buat rumah sakit, sekolah, dan sebagainya,” ujar Syamsuar. (RK1)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *