Lahan Terbakar 250, 25 Ha, Dandim Dumai; 99,9 Persen Akibat Ulah Manusia

Dandim 0320 Dumai, Letkol Inf Horas Sitinjak.

RiauKepri.com, DUMAI- Rapat Kordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kota Dumai tahun 2019 dilaksanakan di Media Centre Dumai, Kamis (23/05/19)

Rakor yang dibuka Asisten II Setdako Dumai Syahrinaldy S.Sos dihadiri Dandim 0320 Dumai Letkol Inf Horas Sitinjak, Kapolres Dumai, AKBP Restika Pardamean Nainggolan SIK, diwakili Kabag Ops Polres Dumai Kompol A Gea, kepala BPBD Dumai Afrilagan, camat, masyarakat peduli api dan undangan lainnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0320 Dumai Letkol Inf Horas Sitinjak menegaskan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dumai 99,9 persen akibat ulah manusia.

Menurut Horas Sitinjak, kota Dumai sudah menjadi langganan Karlahut setiap tahun. Hal itu terjadi lantaran masyarakat belum sadar dan masih tetap melakukan pembersihan (membuka) lahan dengan cara membakar.

Baca Juga :  Australia tak Terbendung, Juara Umum Tour de Siak di Depan Mata

Untuk mengatasinya perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kerjasama, gotong royong dan koordinasi dengan semua pihak juga sangat diperlukan dan dalam pelaksanaan di lapangan perlu satu komando.

Mabes TNI sendiri, kata Horas, turut memantau Karhutla di Dumai. “Prajutit TNI siap diterjunkan,” katanya dan menanambahkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pemadaman sangat besar.

Dikatakan Dandim Dumai, BPBD dan Pemko Dumai sudah kordinasi dan harus tetap fokus. Sudah ada penanganan dua sip pagi dan sore.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Afrilagan menjelaskan bahwa hingga Mei 2019 luas lahan terbakar di Dumai mencapai 250,25 Ha terdapat di enam (6) kecamatan minus kecamatan Dumai Kota.

Baca Juga :  Simpan Narkoba Dalam Hp dan Sentre, 4 Pemuda di Meranti Dibekuk

“Kebakaran terluas ditemukan di dua kecamatan yakni kecamatan Medang Kampai 94,5 Ha dan Sungai Sembilan 65, 5 Ha,” jelas Afrilagan.

Menurut Afrilagan, berbagai kendala dihadapi dalam penanggulangan di lapangan. Selain akses jalan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan sulit dijangkau, kondisi tekstur tanah gambut dalam juga menjadi kendala.

Tidak itu saja, sumber air yang minim dan peralatan terbatas serta kondisi cuaca kadang panas terik dan angin kencang juga menjadi kendala yang dihadapi di lapangan.

Sedangkan anggaran yang tersedia untuk penanggulangan bencana Karhutla di Dumai tersedia Rp 500 juta. “Ada anggaran Rp 500 juta untuk penanganan Karhutla di Dumai,” katanya.

Baca Juga :  7 April Berakhir, Siapa Sekda Dumai Defenitif?

Asisten II Setdako Dumai Syahrinaldi S.Sos menjelaskan, Juni dan Juli musim panas sehingga rentan dengan kejadian Karhutla di Dumai. Untuk itu mengingat status darururat Karhutla di Dumai sudah berakhir 31 Mei 2019 sehingga dipandang perlu untuk diperpanjang hingga Oktober 2019.

Kabag Ops Polres Dumai Kompol Asoaro Gea memyebutkan, sinergitas dan kerjasama dalam penanggulangan Karhutla di Dumai sangat diperlukan. “Semua pihak harus dilibatkan,” katanya.

Kata Asoaro Gea, Polres Dumai sendiri sedang menangani 4 kasus Karhutla di Dumai. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *