Kejar Maling, Warga Gading Marpoyan Ini Tersungkur dan Bonyok

Ilustrasi (net).

RiauKepri.com, KAMPAR-Beralaskan kasur dan berselimut, Syamsurizal terbaring tak berdaya di tengah rumahnya, Jalan Arrazaq 3, Perumahan Gading Marpoyan, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Mukanya kelihatan bonyok dengan sejumlah luka robek dan memar.

Menjelang subuh tadi, Selasa (4/6/2019), dua kawanan maling berhasil masuk ke rumah Syamsurizal dan membawa kabur 1 unit sepeda motor, 3 handphone, serta satu buah dompet.

Saat maling beraksi sekitar pukul 02 30 WIB, Syamsurizal bersama keluarga sedang pulas tidur. Sehingga maling leluasa masuk ke dalam rumah lewat jendela depan.

Selain itu, diyakini maling menggunakan ilmu pukau. Pasalnya, saat itu isteri Syamsuarizal sempat terbangun dan dari dalam kamar dia melihat dua orang lalu lalang di dalam rumahnya.

Baca Juga :  Gugatan Kasus Bacaleg tak Cukup Umur Diterima Bawaslu Riau

“Saya melihat dua orang tak dikenal di dalam rumah, tapi saya tak bisa menjerit. Berat rasanya suara ini,” kata istri Syamsurizal yang tampak sedih duduk di samping suaminya yang terbaring.

Di ruang keluarga, anak laki-laki Syamsurizal juga tak bisa berbuat banyak. Meskipun melihat maling masuk ke rumahnya. Bahkan, sempat melihat langsung salah seorang maling mengengkol sepeda motor beat mereka di luar rumah.

Setelah sepeda motor yang diengkol maling menyala, Syamsurizal yang sudah terbangun, bersama anak laki-lakinya, mengejar maling dengan sepeda motor orang lain yang dititipkan kepada mereka karena mudik lebaran.

Baca Juga :  GPMB Mengutuk dan Desak Polda Segera Proses Penghina Gubri

Maling yang membawa sepeda motor Syamsurizal sudah tampak keluar gang, namun Syamsurizal tetap mengejarnya. Anehnya, Syamsurizal tak bisa berteriak maling begitu juga dengan anaknya.

Kejar-kejaran maling menjelang subuh itu hingga keluar dari komplek perumahan Gading Marpoyan, sampai ke Jalan Kaharuddin Nasution. Persisnya depan indofood, Syamsurizal berhasil memegang jacket yang digunakan maling. Tapi, akhir Syamsurizal yang membonceng anaknya, ditendang dari atas sepeda motor hingga oleng dan tersungkur.

“Dua orang malingnya, mereka kabur ke arah Kubang. Satu dari maling yang membawa sepeda motor kami itu mengenakan jacket warna biru, berambut pendek kriting, dan bercelana pendek,” kata anak Syamsurizal yang mengalami sejumlah luka lecet di kaki sebelah kanan.

Baca Juga :  Mahasiswi Polbeng Raih Penari Terbaik Ajang Gelar Tari Remaja Kemendikbud

Ketika jemaah Mushollah Ar-razaq menjenguk korban, terlihat luka di mata kanan Syamsurizal membengkak, begitu juga pada bibir atasnya agak sebelah kiri. Pada bagian dagu dan jidat korban terlihat sudah diperban.

Tubuh Syamsurizal tampak diselimuti dengan kain, sehingga sejumlah luka pada bagian kakinya tidak terlihat. “Di kaki juga ada luka akibat jatuh terseret di aspal,” kata istri korban yang duduk di samping kanan suaminya. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *