Halal Bihalal IKA SMAN Plus Bersama Gubri, tak Sekedar Silaturahmi

RiauKepri.com, PEKANBARU– Gubernur Provinsi Riau Drs H Syamsuar menghadiri halal bihalal yang diadakan Ikatan Keluarga Alumni SMAN Plus Riau, Ahad (9/6/2019) pagi. Turut hadir para guru, perwakilan siswa, dan alumni SMAN Plus Riau yang ‘baru’ meluluskan 19 angkatan.

SMAN Plus Riau terhitung sekolah yang baru dibandingkan sekolah unggulan lain di Riau. Walaupun begitu, prestasi siswa dan alumninya sudah menyebar ke nasional hingga internasional.

Halal bihalal yang diadakan oleh IKA SMAN Plus adalah rutinitas tiap tahun dengan tujuan mempererat silaturahmi antar alumni. Harapannya, hadir pula solusi bagi daerah, Riau dan daerah asal masing-masing alumni. Perlu diketahui, setiap tahunnya SMAN Plus Riau menerima siswa pilihan dari 12 perwakilan kabupaten/kota se-provinsi Riau.

Baca Juga :  Truk Melintas di Buatan, Polisi Curiga, Ini Isinya

Dalam sambutannya, Syamsuar sempat bercerita tentang masa lalunya, pada masa awal berdirinya SMAN Plus beliau menginginkan anaknya untuk bersekolah di SMAN Plus. Dengan posisi sebagai Bupati Siak saat itu, tentu hal itu mudah memasukkan anaknya. Tapi beliau memilih untuk tidak memaksa anaknya dan tidak intervensi dalam proses pilihan dan penyeleksian sekolah. Integritas yang dimulai dari pilihan kecil dalam hidupnya.

“Kita bersyukur adanya SMAN Plus ini. Terima kasih kepada para pendahulu yang punya inisiatif mengawali ide sekolah ini. Kepada para alumni, jasa SMA ini tidak boleh dilupakan,” pesan Syamsuar.

Baca Juga :  Wagubri: Apapun Kebijakan Gubri, Itulah yang Saya Jalani

Sebagai informasi sejarah, beberapa pendiri SMAN Plus Riau adalah rigjen TNI (Pur.) H. Saleh Djasit, SH  (Gubernur Riau 1998-2003) dan Letjen TNI Syarwan Hamid (Menteri Dalam Negeri 1998-1999).

Potensi alumni SMAN Plus memang besar. Dengan total 1700an yang tersebar lintas daerah dan profesi, kolaborasi untuk berinovasi bagi negeri adalah kunci. Secara umum SDM Riau berkualitas. Tapi banyak yang tidak mengabdi bagi Riau. Bisa jadi karena pemerintah provinsi yang tidak memberikan kesempatan.

Syamsuar juga sempat menyampaikan apa yang dilakukan di pemerintahan Siak sebelumnya. Dengan menghadirkan beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri adalah bukti untuk peningkatan pendidikan daerah. Tujuannya tentu saja kontribusi bagi daerah. Jika memang tidak ada jaminan jalan, berkiprah di luar tentu saja menjadi altetnatif. Dan itu bukan sebuah kesalahan.

Baca Juga :  Gerak Cepat Gubri, Temui Anggota DPR RI Asal Riau, Ini yang Dibahas

“Jangan lupa mendoakan guru selain orang tua. Saya juga, tak lupa mendoakan guru. Karena atas pencapaian kita selama ini, pasti ada peran mereka,” pinta Syamsuar. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *