Selama Bakar Tongkang, Rp67,5 Miliar Uang Berputar di Rohil

Ritual pada malam hari sebelum tongkang dibakar.

RiauKepri.com, ROHIL- Setidaknya Rp 67,5 miliar uang yang beredar selama pelaksanaan ivent pariwisata nasional Bakar Tongkong di Bagan Siapi-api, Kebupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

Hal ini dikatakan Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Rohil Ali Asfar, Rabu (18/6/2019) di Mes Pemda Rohil. Rinciannya, jelas Ali, tahun ini kunjungan wisatawan manca negara dan wisatawan nusantara pada helat Bakar Tongkang ini mencapai 75 ribu orang.

“Kita pukul rata saja, dalam 1 orang pelancong menghabiskan uang Rp 300 ribu, kita kalikan 75 pelancong selama 3 hari di Bagan dari tanggal 17-19 Juni. Jumlahnya mencapai Rp 67,500.000.000,” beber Ali.

Baca Juga :  Anjung Seni Idrus Tintin Kehilangan Rupa Kesenian

Tahun lalu, kata Ali, jumlah pelancong yang berkunjung terkait acara Bakar Tongkang mencapai 69 ribu hingga 70 ribu orang. Dari pengalaman ini, pihaknya membuat kegiatan pra dan pasca Bakar Tongkang agar hasil yang diperoleh semakin signifikan.

Pra Bakar Tongkang, jelas Ali, pihaknya membuat berbagai acara diantaranya, fashion carnaval, Bagan heriteg, gowes keliling kota Bagan. Selain itu juga diisi hiburan pentas seni dan budaya.

Sedangkan Paska Bakar Tongkang, sambung Ali, malamnya ada hiburan yang mendatangkan artis ibu kota. Kegiatan paska Bakar Tongkang ini sepenuhnya didukung Kementerian Pariwisata.

Baca Juga :  Siapkan Kaca Mata dan Masker Bila Nonton Bakar Tongkang

Pra dan pasca Bakar Tongkang ini sangat menggoda pelancong. Buktinya, di tengah harga tiket pesawat yang saat ini melambung tinggi tak berpengaruhnya pada kunjungan pelancong nusantara dan manca negara.

“Paska Bakar Tongkang dibuat beberapa ivent agar berdampat pada ekonomi masyarakat. Sebab, biasanya setelah Bakar Tongkang pelancong langsung pulang namun kali ini mereka lebih awal datang dan menambah waktu tinggal di Rohil,” ucap Ali.

Ali menyebutkan, efek dari kegiatan pariwisata ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat di Rohil. Baik pengusaha hotel, pedagang, hingga abang becak.

Baca Juga :  5 Anggota KPPS Riau Meningal, 18 Sakit, Biaya Tanggung Sendiri

Selama kegiatan wisata Bakar Tongkang pendapatan abang becak meningkat, per hari paling minim Rp 1 juta. Jika hari-hari biasa, kata Ali yang mengaku sudah bertemu langsung dengan abang becak, untuk mendapatkan Rp 100 ribu saja susah. Sehingga abang becak minta kalau bisa setiap bulan diadakan Bakar Tongkang.

“Bagi pemerintah daerah jelas berdampak pada PAD dari iklan dan restribusi rumah makan serta pedagang lainnya,” kata Ali. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *