Diminta Dihadiri Pengambil Keputusan PT Berjaya Group Dipanggil Disnakertrans Dumai

Muhammad Fadhly SH.

RiauKepri.com, DUMAI- Laporan yang masuk pasti direspon dengan memanggil managemen perusahaan serta para pihak.

Begitu juga ketika sejumlah pekerja PT Berjaya Group Lubukgaung
merasa dirugikan dan melapor ke Disnakertrans Dumai langsung ditindaklanjuti .

Disnakertrans Dumai pun telah melayangkan surat panggilan kepada managemen PT Berjaya Group Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan.

Tak hanya PT Berjaya Gruop, perusahaan pemberi kerja yakni PT Sari Dumai Sejati (SDS) serta Manonggor Simanjuntak mewakili pelapor turut dipanggil.

Sesuai Surat No. 567/246/DTK-HIPK tentang Panggilan Klarifikasi I/ sidang mediasi I, Jumat tanggal 21 Juni 2019 (hari ini) kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Dumai.

“Masing-masing pihak diminta kehadirannya tepat waktu dengan membawa data/ berkas yang diperlukan dalam proses penyelesaian hubungan industrial,” tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai H Suwandy SH M.Hum kepada riaukepri.com melalui Kabid HI dan Syaker Disnakertrans Dumai Muhammad Fadhly SH Kamis (20/06/19).

Baca Juga :  HNSI dan BNN Concong Sekaligus Dilantik

Menurut Fadhly SH pemanggilan dilakukan kepada para pihak sehubungan dengan adanya pengaduan pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh managemen PT Berjaya Group terhadap pekerja atas nama Manonggor Simanjuntak CS (tujuh orang).

Panggilan terhadap para pihak dilakukan sesuai pasal 10 UU No.2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial juncto Permenakertrans No. 17 tahun 2014 tentang pengangkatan dan penghentian Mediator Hubungan Industrial serta Tata Kerja Mediasi.

“Kami berharap panggilan kami dihadiri perwakilan perusahaan yang memiliki wewenang mengambil keputusan,” pinta Fadhly.

Baca Juga :  Mantap, Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI

Masih kata Fadhly, sesuai data yang ada kendati sudah lama bekerja di PT SDS namun PT Berjaya Group belum melaporkan jumlah tenaga kerja di perusahaan.

“Belum, managemen PT Berjaya Group belum ada melaporkan PKWT di perusahaan itu,” tegas Fadhly.

Sementara perwakilan pekerja Berjaya Group Manonggor Simanjuntak menyebutkan mereka sudah bekerja sejak Oktober 2018 lalu tanpa ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Kondisi itu membuat managemen PT Berjaya Group yang merupakan sub kontraktor PT Sari Dumai Sejati (SDS) Lubuk Gaung sesuka hatinya melakukan tindakan yang merugikan pekerja.

Baca Juga :  Perjuangan Perempuan Yogya Ini Jadi Pemuncak Yudisium FIB Unilak, Rizka: Jangan Pernah Mau Kalah dengan Keadaan

“Kami menerima gaji dibawah UMK Dumai. Bahkan upah lembur tidak sesuai ketentuan. Pada hal meski hari libur nasional maupun hari besar keagamaan kami tetap bekerja, tapi upah lembur tak dibayar,” sesal Manonggor Simanjuntak secara terpisah

Menurut Simanjuntak mereka bekerja harian dan tidak ada kontrak kerja. Artinya mereka bekerja di PT Berjaya Group dengan status tidak jelas apakqh PKWT atau PKWTT. “Kami bekerja tanpa ada agreement,” katanya.

Tidak itu saja, puluhan pekerja juga tak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. “Pemberian THR juga pilih kasih dan tidak merata. Untuk itulah kami melapor ke Disnakertrans Dumai,” ungkapnya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *