Mantap, Jokowi dan Mahathir Bicara Merangkai Dumai-Melaka di KTT IMT GT

Gubernur Syamsuar serta delegasi Indonesia lainnya foto bersama Presiden RI Jokowi.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Dalam pidatonya pada sidang
Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (segitiga pertumbuhan) Presiden Joko Widodo sempat menyebutkan pembangunan konektivitas tiga negara yang salah satunya pelabuhan RoRo Dumai-Melaka. Sedangkan Perdana Menteri Malaysia Datuk Mahathir Mohamad, kembali mengingatkan pembangunan jambatan di atas Selat Melaka.

“Alhamdulillah, pada kata akhir penutupan oleh Presiden RI Joko Widodo menyebutkan pembangunan Pemerintah RI lebih fokus kepada 3 hal. Yakni, penyelesaian konektivitas jalan tol Sumatera, jalan KA dan RoRo Dumai-Melaka untuk pembangunan industri pariwisata,” kata Gubenur Riau Drs. H. Syamsuar yang hadir dalam KTT IMT GT, Ahad (23/6/2019) di Thailand.

Baca Juga :  Syamsuar: Tatakelola Gambut Riau Perlu Dibenahi

Fokus kedua, sambung Syamsuar, Indonesia meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan sektor pertanian, meningkatkan harga karet alam dunia, dan kelapa sawit dengan pemanfaatan industri.

“Sedangkan fokus ketiha meningkatkan keunggulan industri UKM halal menuju halal Summit 2020,” ucap Syamsuar.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa kesemua pembangunan yang dilaksanakan itu tetap berwawasan lingkungan.

Perdana Menteri Malaysia
Datuk Mahathir dalam pidatonya kembali
mengingatkan program pembangunan jembatan di atas Selat Melaka yang pernah beliau rancang semasa lalu. “Datuk Mahathir juga minta perhatian terhadap karet serta minta kemudahan melintasi negara untuk menggerakkan perdagangan dan pariwisata,” kata Syamsuar.

Baca Juga :  "Riau Hijau dan Bermartabat" Hamdan Kamal Irup HUT Riau ke 62 di Dumai

PM Thailand Prayut Chan-O-Cha juga ingin meningkatkan kerjasama perdagangan dan pariwisata dengan Indonesia dan Malaysia.

Pada sidang KTT IMT GT yang sejak awal sampai akhir dipimpin Presiden RI Joko Widodo, adanya keinginan bersama pada pembangunan konektivitas serta perhatian terhadap karet alam dan produk halal yang menjadi keinginan pemimpin pemerintahan ketiga negara.

“Ketiga pemimpin negara minta kerjasama ini diperkuat oleh Menteri, gubernur, swasta dan NGO,” kata Syamsuar.

IMT-GTĀ sendiri adalah sebuah lembaga pembangunan subregional untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan di tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Thailand. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *