Proyek Rigit di Inhu Mengundang Celaka 2 Warga

Korban kecelakaan akibat jalan berlubang.

RiauKepri.com, INHU– Dua orang warga Dusun Bunga Tanjung, Desa Sungai Dawu, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten lndragiri Hulu (lnhu), bernasib naas saat berkendaraan akibat masuk lubang galian perbaikan jalan rigit di Kecamatan Rengat Barat.

Kejadian laka tunggal tersebut, Ahad (23/6/2019) sekira pukul 19.15 Wib di Jalan Lintas Timur Km 193 Desa Sungai Dawu Kecamatan Rengat Barat, persisnya di Depan Kantor TNBT Inhu.

Akibatnya, sepeda motor Yamaha Vega BM 3013 VE yang dikendarai Chairil Anwar (42) yang berboncengan dengan M. Syafii (71) warga Dusun Bunga Tanjung Desa Sungai Dawu Kecamatan Rengat Barat, rusak berat.

Baca Juga :  Tokoh Lintas Etnis dan Agama Jamin Syamsuar-Edy Nasution Tidak Pilih Kasih

“Akibat laka tunggal tersebut pengendara sepeda motor mengalami Luka Lecet di pelipis dan dagu kiri. Sedangkan yang dibonceng mengalami luka robek di atas bibir dan luka lecet di muka,” jawab Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Kapolsek Rengat Barat Kompol B Suryadi SH, Senin (24/6/2019).

Kendati tidak ada korban jiwa, kerugian materi akibat Lakalantas tunggal kali itu diperkirakan sekitar 700 ribu rupiah. “Seketika itu juga pengendara dan penumpang sepeda motor dilarikan ke RSUD lndrasari Rengat,” sambung Kapolsek.

Baca Juga :  Ewok Bertekad Selesaikan Persoalan Koperasi BBDM Lewat Jalur Hukum dan Legal Standing

Dijelaskan, kejadian bermula pada saat korban datang dari arah Jambi menuju arah Pekanbaru sehingga pada saat memasuki TKP dengan kondisi bahu jalan Rigit beton yang belum selesai dikerjakan (berlobang), tanpa rambu rambu, justru ditabrak pengendara.

Hal ini mengakibatkan sepeda motor yang dikenderai jatuh dan kedua orang pengendara sepeda motor luka ringan.

Anak korban, M. Syari, mengaku kecewa dengan ulah kontraktor jalan karena tidak memperhatikan standar keselamatan pengendara karena Lubang perbaikan jalan tersebut hanya diberi tanda dengan menggunakan tali rafia dan sulit terlihat oleh pengendara.

Baca Juga :  Tim Kejari Pekanbaru dan Kejagung Tangkap Buronan Rp1,3 Triliun

“Saya berharap rekanan kontraktor harus bertanggung jawab ,” singkat anak korban.

Direktur PT Istaka, Anton, selaku penanggung jawab kegiatan hingga saat ini belum memberikan klarifikasi. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *