Dugaan Korupsi Rp 1,9 M, 2 ASN Dipenjara, 1 Tahanan Kota

Tersangka dugaan korupsi di di Pemkab Inhu.

RiauKepri.com, INHU- Pasca penetapan status tersangka kepada tiga oknum ASN Pemkab Indragiri Hulu (Inhu) yang diduga kuat terlibat tindak pidana korupsi (Tipikor) di OPD BPMD sebesar Rp 1,9 miliar lebih, satu orang diantaranya belum ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kajari Inhu, Hayin Sutikno melalui Kasi Intelijen Bambang Dwi Saputra dan Kasi Pidsus Ostar Al Pansri, membenarkan telah menerima tahap II berkas perkara dugaan korupsi dari penyidik Tipikor Polres Inhu, Selasa 25 Juni 2019.

Ketiga orang tersangka korupsi tersebut diantaranya mantan Kepala BPMD Inhu inisial SR, mantan Sekretaris BPMD Inhu inisial SB, dan mantan pejabat pelaksanaan teknis kegiatan (PPTK) inisial BRN.

Baca Juga :  Polres Siak Rebus 5,9 Kilogram Sabu dan Blender 4.856 Ekstasi

“Karena sakit, inisial SR tidak ditahan. Sedangkan kepada dua orang tersangka lainnya sudah di eksekusi dan dititip sementara selama 20 hari kedepan di Rutan Kelas II B Rengat di Pematangreba,” sebut Kasi Intelijen, Rabu (25/6/2019) sore.

Dijelaskan, inisial SR tidak ditahan bersama dua orang TSK lainnya dikarenakan mantan Kepala BPMD itu sedang menderita penyakit Ginjal di posisi stadium tiga berdasarkan medical check ke RSUD Indrasari Rengat.

“Meski TSK inisial SR ditetapkan jadi tahanan kota, anak dan istri juga turut menjaminkan dan dalam pengawasan ketat dari Kejaksaan,” sambung Kasi Intelijen.

Sebelumnya Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Paur Humas Aipda Misran membenarkan tiga orang oknum ASN Pemkab Inhu diduga korupsi berinisial, SR, mantan Kepala BPMD Inhu, inisial SB mantan Sekretaris BPMD Inhu dan dan inisial BRN, selaku pejabat pelaksanaan teknis kegiatan (PPTK) di BPMD Pemkab Inhu tahun 2017 diserahkan tahap II ke Penyidik Kejari Inhu di Pematangreba.

Baca Juga :  Gemar Berzakat 2019, Baznas Siak Targetkan Rp 2,1 Miliar

“Ya, sebanyak 3 orang tersangka dan BB baru saja kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Inhu,” jawab PS Paur Humas, Aiptu Misran, diruang kerjanya, Selasa (25/6/2019).

Penetapan status tersangka kepada ketiga orang ASN tersebut setelah melewati proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup panjang atas kasus dugaan korupsi yang terjadi pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Inhu tahun anggaran 2012, 2013, dan 2014.

Sebab berdasarkan hasil penyidikan dapat disimpulkan adanya kerugian negara (dugaan korupsi) terhadap honor tenaga pendamping Desa dan dana transportasi pendamping Desa, Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam (SP) berprestasi diwilayah Kabupaten Inhu dan dana transportasi pengelola UED SP di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Pemkab Inhu selama tiga tahun berturut turut tercatat kerugian negara sekitar Rp. 1.939.950.000,-

Baca Juga :  Launching ATM Beras dan Gerakan Subuh Berjamaah di Siak

Adapun Kelengkapan berkas Perkara korupsi sebagai mana surat Surat Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu Nomor : B-1072/L.4.12/Ep.1/05/2019, tanggal 14 April 2019 Perihal pemberitahuan hasil penyidikan perkara sudah lengkap (P21). Papar Kapolres. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *