Mantap, RESAM Riau Pertama di Indonesia

Peluncuran program RESAM.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Dirjen Bina Keuangan Daerah, Syarifuddin, mengapresiasi dsn membeberkan bahwa Riau adalah provinsi pertama menyajikan informasi dilengkapi dengan asetnya.

“Riau yang pertama membuat layanan digital soal aset yang transparan dan bermanfaat untuk menata kondisi barang milik daerah,” ungkap Syarifuddin.

Apa yang dikatakan Syarifuddin ini menyusul Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah meluncurkan aplikasi layanan digital pengelolaan barang milik daerah. Layanan yang diberi nama Riau Elektronik Sistem Aset Manajemen (RESAM), ini
adalah informasi digital tentang aset daerah yang dapat diakses melalui perangkat seluler (android).

Baca Juga :  GMBD Audensi dengan Wako, Ini yang Dirasa Zul AS

Program RESAM diluncurkan Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, MS.i, Kamis (27/6/2019) di salah satu hotel di Pekanbaru. “Layanan ini merupakan upaya kita untuk pengelolaan barang milik daerah lebih baik lagi,” kata Syamsuar saat sosialisasi Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2020 bersama Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin dan Ketua DPRD Riau, Septina Primawati.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Syahrial Abdi menyatakan, layanan ini dapat disajikan dan diakses pada aplikasi ini ditampilkan seluruh Informasi dan kondisi aset Provinsi Riau berdasarkan KIB di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga :  Usai Klarifikasi Firdaus, Bawaslu Riau Minta Pendapat Ahli Pidana

“Jadi kita bisa mengakses tidak hanya informasi berupa data tertulis, tapi juga dapat mengetahui kondisi secara visual barang milik daerah. Misalnya kita bisa mengetahui unit kendaraan dinas mulai dari nomor register inventaris, data kendaraan, tahun berapa pembeliannya, jatuh tempo pajak, nama dan jabatan pengguna kendaraan, serta nilai aset,” paparnya.

Dia mengatakan, layanan ini merupakan komitmen Pemprov Riau dalam melakulan pembenahan aset secara transparan.

“Ini dilakukan pak Gubernur guna membangun kesadaran bersama untuk berubah bahwa aset daerah benar-benar digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan daerah,” ujar Syahrial. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *