Milad ke 7 Teater Matan Usung “Untuk Negeri: Tepuk Dada Tanya Selera”, Ini Filosofinya

Oleh M. Nazri

Masyarakat antusias menyaksikan pergelaran Teater Matan sempena Milad ke 7

29 Juni 2019, bertepatan 25 Sawal 1440 H, bersamaan dengan milad ke 7 Teater Matan, setelah perubahan nama yang dilakukan tujuh tahun silam, dari nama Mara menjadi Matan. Kata Matan merupakan bahasa Melayu yang artinya serius, sungguh-sungguh, dan tekun dalam melakukan apa pun pekerjaan. Setelah melekatkan nama pada kelompok ini yang berkecimpung dalam dunia kesenian terkhusus teater, ada do’a dan harapan di setiap nama yang diberi. Sebuah keyakinan dan keinginan yang ingin menjadikan kelompok kesenian ini terus eksis, menghasikan karya-kaya yang membongkar peristiwa sejarah dan mengedepakan nilai-nilai kemelayuan, berangkat dari segelintir peristiwa besar di semenanjung melayu menjadi karya pertunjukan.

Milat yang ke- 7 ini, Teater Matan mengusung tajuk “Untuk Negeri: Tepuk Dada Tanya Selera”, dipergelarkan di RTH Tunjuk Ajar Integritas kota Pekanbaru Jalan Ahmat Yani, berlangsung dari jam 16.00 hingga 22.00 Wib. Menampilkan beragam karya diantaranya; Instalasi, Orasi Budaya, Tari, Pusi, Tonil, menayangkan cuplikan video pementasan, dan pameran poster pergelaran teater Matan selama tujuh tahun. Perayaan ulang tahun ke-7 ini didukung dan dimeriahkan oleh SMA 4, SMA 7 Pekanbaru yang berkerjasama dengan Teater Matan, dan hadir pula Tengku Azuni yang disapa Bombom anak muda pengiat seni dari kabupaten Kepulawan Meranti.

Baca Juga :  Hadiri Open House, Bupati Amril dan Gubri Syamsuar Sepakat Perkuat Sinergi Dalam Membangun Daerah

“Tepuk Dada Tanya Selera” merupakan sebuah kalimat ungkapan melayu yang syarat akan nasehat yang terkandung di dalamnya. Mengacu pada KPI (Kamus Pribahasa Indonesia) menjelaskan arti dari kalimat tersebut adalah Mempertimbangkan Segala Sesuatu Sebelum Melakukan Pekerjaan. Bermakna dengan menekankan pada diri untuk berfikir dengan matang (masak) sebelum melakukan, bertindak atau memutuskan suatu pekara hedaklah teliti. Agar sesuatu yang diperbuat atau diputuskan itu tepat pada kedudukkan, posisinya. Apa bila tidak sesuai apa yang menjadi harapan, kita tidak merasa menyesal sangat, karena tahap berfikir dengan matang sudah kita lalui. Ungkapan yang digunakan orang Melayu ini adalah ungkapan nasehat yang ingin disampaikan kepada orang lain tidak secara terang terangan, ada makna yang tersirat didalamnya. Agara orang yang ditujukan tidak tersinggung dan marah.

Baca Juga :  Malam Pertama "Tersebab Hang Jebat?", Teater Matan Jual 600 Tiket

Jika kita telusuri makna kata perkata pada ungkapan tersebut dalam artian umum, kata dari “Tepuk” adalah perbuatan yang dilakukan mengunakan tangan, kemudian kata “Dada” adalah salah satu anggota tubuh yang terletak diantara perut dengan leher, dan kata “Selera” menjelaskan keinginan, kehendak, kemauan, pilihan yang sesuai nafsu sipelaku.

Setelah pergelaran kelompok Teater Matan diskusi menyusun perhelatan selanjutnya

Di sisi lain, kenapa yang ditepuk “dada” bukan bagian tubuh yang lain, seperti; kepala, muka, ataupun perut. Kata “Dada” ini juga memiliki falsafah, karena dibagian dada terdapat organ hati. Hati merupakan pusat kendali seluruh angota tubuh, jika ia melakukan kezaliman maka rusaklah segalanya. sesuai apa yang dituliskan oleh Raja Ali Haji dalam gurindam dua belas pada pasal ke- 4 “Hati kerajan di dalam tubuh, jika zalim segala anggota pun roboh”. Kemudian “Selera” di sini menjelaskan kemauan atau kehendak untuk melakukan sesuatu pilihan dan juga tindakan. Kata selera bukan serta-merta tentang kemaunan inggin makan. Ada filsafah lain dibalik kata “selera” yang memiliki kandungan arti, untuk menegaskan kepada yang melaukukan tindakkan untuk berfikir dengan matang dan bertanya pada dirinya yang dilambangkan dengan tepuk dada.

Baca Juga :  "Hang Jebat" di Anjung Seni Idrus Tintin

Kemudian, kata “Untuk Negeri” yang diawal sebelum peribahasa, sudah sangat jelas menegaskan perbuatan yang dilakukan diperuntukan untuk negeri. Dari tajuk ini Teater Matan memiliki kerisauan terhadap negeri. Dengan mengusung tajuk demikian, ada keinginan dan harapan kepada pemerintah, masyarakat, terkhusus ingin menegaskan kepada anggota Teater Matan agar apa yang diperbuat harus mempunyai nilai-nilai positif untuk menjulang atau pun ikut andil memperbaiki, menyuarakan kebenaran. Supaya sistem yang kacau di Negeri tercintai ini bisa lebih bagus lagi, ini menurut dan pandangan yang dinilai dari kaca mata teater Matan. Semoga apa yang menjadi usaha, do’a dan harapan bisa terujud sebagaimana keingiannya. Selamat Milat teater Matan yang ke-7, Allah selalu memberi yang terbaik dari yang baik disetiap do,a hambanya. Amin.

M. Nazri adalah anggota Teater Matan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *