Belanja Bintan Jadi Rp1,446 Triliun

Pemkab Bintan Serahkan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 ke DPRD

Bupati Bintan H Apri Sujadi didampingi Wabub dan Sekda Menyerahkan KUA-PPAS perubahan APBD 2019, kepada Ketua DPRD H Nesar Ahmah dan Wakil Trijono, melalui paripurna dewan, Selasa (9/7).

RiauKepri.com, BINTAN — Pemkab Bintan telah menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD 2019, kepada DPRD Bintan, Selasa (9/7) kemarin. Belanja Pemkab Bintan hingga akhir tahun anggaran 2019, mencapai Rp1,446 triliun, atau naik 15,5 persen dari APBD murni.

KUA-PPAS perubahan APBD 2019 Bintan diserahkan langsung oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi, didampingi Wakil Bupati H Dalmasri Syam, Sekda Bintan Adi Prihantara, serta disaksikan sejumlah kepala OPD dan anggota dewan. KUA-PPAS perubahan APBD 2019 tersebut diterima oleh Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad dan Wakil Ketua Trijono, didampingi Sekwan Muhammad Hendri.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menerangkan, kebijakan pembangunan sampai akhir tahun anggaran 2019 ini, mengacu dan konsisten pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang dituangkan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ini dilakukan penyesuaian, dengan melihat kepada perkembangan pembangunan daerah. Lebih kepada penguatan atau penajaman terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Jangan Menyesal, Ramadhan Cuma Sebentar

“Kebijakan, strategi, prioritas program serta kegiatan dalam perubahan APBD 2019, tetap ditujukan pada proses penanganan masalah-masalah pembangunan, yang dianggap strategis dan prioritas bagi pembangunan daerah,” tegas H Apri Sujadi.

Dalam perubahan APBD tahun anggaran 2019, lanjut bupati, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,234 triliun, meningkat sebesar Rp26,63 miliar, atau 2,21 persen apabila dibandingkan dengan proyeksi pendapatan daerah dalam APBD murni 2019, yang ditargetkan sebesar Rp1,207 triliun.

Dari sisi anggaran belanja daerah, maka perubahan APBD 2019 Bintan, secara keseluruhan plafon anggaran belanja diproyeksikan sebesar Rp190,28 miliar, atau sebesar 15.15 persen.

Baca Juga :  Terus Semarakkan Pariwisata Kepri

“Belanja daerah meningkat dari anggaran semula sebesar Rp1,256 triliun, menjadi sebesar Rp1.446 triliun, hingga akhir tahun anggaran 2019 nanti,” sebut H Apri Sujadi.

Dari total anggaran belanja tersebut, pengalokasian dan distribusi anggaran untuk belanja tidak langsung sebesar Rp641,81 miliar, meningkat dari anggaran semula sebesar Rp605,43 miliar, atau sebesar 6.01 persen. Sedangkan alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp804.47 miliar, meningkat dari anggaran semula sebesar Rp650.57 miliar, atau sebesar 23.66 persen.

Total rencana pendapatan dan belanja daerah tersebut, maka terjadi defisit sebesar Rp211,94 miliar. Defisit ini akan ditutup dari pembiayaan daerah, yaitu penerimaan pembiayaan, yang berasal dari komponen Silpa sebesar Rp213,94 miliar. Dengan pengeluaran pembiayaan dari komponen penyertaan modal (investasi) pada Perumda BPR Bintan sebesar Rp2 miliar.

Baca Juga :  Bagikan Sembako, Nurdin Pastikan Kebutuhan Pokok Masyarakat Tercukupi

“KUA-PPAS perubahan APBD 2019 Bintan ini, segera kami bahas. Agar dituangkan dalam penyusunan Ranperda perubahan APBD 2019 nantinya,” kata H Nesar Ahmad, Ketua DPRD Bintan, usai rapat paripurna.(RK/TPP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *