Dari Diskusi “Kenduri Seni Rakyat Riau”; Mengolah Tradisi Menjadi Ruh Seni Masa Kini

Peserta diskusi seni "Kenduri Seni Rakyat Riau" Dinas Kebudayaan Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU – Diskusi kesenian dalam helat Kenduri Seni Rakyat Riau dilaksanakan di Taman Budaya Provinsi Riau, Kamis (11/07/19). Diskusi yang berlangsung jam 09:30 hinga 10:40 membahas tentang kebudayaan dan hasil karya pertunjukan yang telah dipegelarkan tadi malam, yaitu penampilan kelompok kesenian Kemas dari Kabupaten Meranti. Diskusi yang dihadir oleh seniman, kelompok yang melakukan pegelaran, dan juga ASN dari Dinas kebudayaan Riau. Helat ini berlangsung selama satu bulan mulai dari tanggal 10 Juli hingga 9 Agustus.

OK Pulsiamitra selaku ASN Taman Budaya mengatakan dalam diskusi tersebut, kita harus bersukur dengan adanya tradisi di rumah kita (Riau). Tradisi merupakan warisan tak benda anugrah terbesar bangsa ini. Indonesia khusunya Riau sebagai Super Market kebudayaan, sangat beraneka dan ragamnya. Sepatutnya bila hal ini lebih menjadi perhatian dimana kebudayaan sebagai pendulum pembangunan yang artinya pengharus utamakan kebudayaan sebagai roh pembangunan Nasional maka semakin jayalah Negeri ini.

Baca Juga :  Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Diikuti Antusias Peserta

“Kita harus banyak-banyak bersukur dengan apa yang telah ada di rumah kita, tradisi merupakan warisan bagi kita dan bagsa ini. Mari kita melestarikan kebudayan ini sebagai roh pembangunan,” ujarnya.

Iwan Irawan, selaku seniman Riau menjelaskan bahwa, tugas pemerintah bagaimana melakukan pembinaan dan Pelestarian kebudayaan, dan tugas kita sebagai seniman bagi mana kita terus memperjuangkan kesenian dengan beragam kreatifitas yang tak terlepas dari akar tradisi. Karya yang berangkat dari tadisi bukan saja bicara soal bentuk, tapi bagaimana kreatifitas itu menjadi mentradisi.

Baca Juga :  Buku Raport Siswa SMPN 2 Pulau Gelang Inhu Ludes 'Dilalap' Api

“Kita selaku pelaku seni harus bijak melakukan eksperimen dalam berkratifitas memunculkan hal-hal baru dalam setiap karya kita, tapi harus ada identitas tersendiri pada karya yang tidak terlepas dari akar tradisi,” tutur Iwan Irawan.

Iwan Irawan menambahkan, Kelompok Kemas dari Kabupaten Meranti sangat beruntung dan harus bersukur, karena sudah meliliki identitas sendiri dengan Joget Sonde yang tidak memiliki daerah lain. Hendaknya dengan adanya identitas ini, muncul beragam karya seni yang baru berangkat dari identitas ini sehinga semakin kayalah kesnian kita.

“Kemas harus berani menciptakan karya-karya terbaru yang berangkat dari tadisi itu tadi, jangan pernah takut untuk melakukan itu semua. Teruslah digali dan digali, sehigga semakin kayalah kesenian kita,” ucap Iwan Irawan.

Baca Juga :  Oknum Sekdes Sialang Godang Otak di Balik Pembunuhan Daud Hadi

Kemudian Heru Sandra selaku Ketua Kemas megucapkan ribuan terimakasih kepada pihak Dinas Kebudayan yang telah diberi kepercayaan kepada kami untuk tampil di helat ini, dan merasa bersenang hati. Masukan dan arahan dari para seniman yang telah memberi ilmu kepada kami, untuk tetap bekarya dan berbenah diri agar menjadi lebih baik.

“Saye sangat senang hati kepada pihak Dinas Kebudayan Riau yang telah pecayo pade Kemas untuk tampil di Provinsi, membawa Joge Sonde dari Meranti dan saye mengucapkan terimakasih atas masukan dari seniman agar bisa berbenah diri lebih baik lagi,” ujar Heru. (Ayi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *