InhuRiau

Vonis 2 Bulan, Seorang Terpidana Pemilu di Inhu Masih ‘Bebas’

RiauKepri.com, RENGAT – Satu orang terpidana pemilu yang sudah berkekuatan hukum tetap (Incrah) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau berinisial T, warga Kecamatan Pasir Penyu hingga hari ini tak kunjung dieksekusi.

Terpidana T dinyatakan bersalah dan dihukum kurungan badan 2 bulan dan denda Rp 8 juta atau subsider 1 bulan kurungan oleh PN Rengat Selasa (2/7/2019) karena terbukti melanggar UU Pemilu nomor 7 tahun 2017 dan sebelumnya Bawaslu Inhu melaporkan dugaan money politik yang dilakukan terpidana (Tabroni-red) ke Polres Inhu di Rengat.

“Di rutan ini belum ada Narapidana atas nama Tabroni,” jawab pelaksana harian Kepala Rutan Kelas II B Rengat Irdiansyah Rana AMD IP SH M. Hum, Kamis, 11 Juli 2019 di Pematangreba.

Menurutnya, dari catatan daftar Napi Pidana Pemilu di Rutan Rengat hanya ada 4 orang.

Yakni inisial RR, M, MR dan inisial DR. “Mereka dieksekusi ke Rutan ini sekitar pukul 20.00 Wib, semalam,” papar Irdiyansyah.

Terpisah Ketua PN Rengat melalui Humas, Immanuel, SH membenarkan sebanyak 5 orang terdakwa pidana pemilu sudah inkrah setelah 3 hari putusan. “Tidak ada pembebasan bersyarat (PB),” sambung Immanuel.

Selain kelima orang terdakwa pidana pemilu yang sudah berkekuatan hukum tetap, seorang terpidana lainnya inisial SW divonis 4 bulan dan denda Rp 16 juta atau subsider 2 bulan memilih ajukan banding ke PT Pekanbaru. (RK 6)

Baca Juga :  10 Ikatan Jawa Riau Nyatakan Dukungan Kepada Syam-Edy
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *