HuKrimPekanbaruRiau

Bersama Teman Cowoknya, Mahasiswi Asal Selatpanjang Jual Ekstasi

RiauKepri.com, PEKANBARU– E0 (21 tahun) mahasiswi asal Selatpanjang, Kabupaten Meranti, ditangkap polisi bersama teman cowoknya, KZ, lantaran menjual narkoba jenis ekstasi sebanyak 98 butir.

Penangkapan tersangka EO dan KZ ini, kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbar, Ipda Budhia Dianda, pada Jum’at, tanggal 12 Juli 2019, sekira pukul 22.00 WIB, di Jalan SM. Amin, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

“Selain kita mengamankan dua tersangka, juga mengamankan barang bukti sebanyak 98 butir pil diduga narkotika jenis ektasy yang terdiri dari warna hijau sebanyak 37 butir, warna merah sebanyak 41 butir, dan warna Biru 20 butir,” beber Budhia.

Ditambahkannya, polisi juga mengamankan 1 unit handphone merk iphon warna Pink, 1 unit Mobil Honda Brio warna Merah BM 1443 NW, 1 botol Deodoran merk Nivea Men, dan 1 unit handphone merk Honor warna biru.

Sukses polisi mengungkap kasus ini, berkat dari informasi masyarakat dan lidik yang dilakukan oleh Tim Opsnal Polsek Tampan selama seminggu. Bahwa, ada seorang perempuan, EO menjadi pengedar narkotika jenis pil ektasy.

Memastikan kebenaran informasi guna menangkap, atas perintah Kapolsek Tampan AKP. Juper Lumban Toruan
melalui Kanit Reskrim Iptu Aris Gunadi, memerintahkan Tim Opsnal Polsek Tampan melakukan Undercover Buy dengan cara menghubungi EO untuk berpura-pura sebagai pembeli.

Setelah dipastikan EO pengedar
narkotika dengan harga disepakati sebesar Rp. 250 ribu per butir, kemudian Bripka Hendra mengatur waktu transaksi di Jl. SM. Amin, tepatnya depan Dealer Mobil Honda.

EO yang tak sadar sudah terperangkap, tiba di TKP dan tampak turun dari mobil Honda Brio kemudian masuk kedalam mobil Polisi yang melakukan penyamaran.

Tersangka KZ.

Di dalam mobil polisi, EO menyerahkan sebuah botol Deodoran merk Nivea Men yang berisikan 98 butir pil ekstasi.
Setelah pil ektasi tersebut diserahkan tersangka, polisi langsung menangkap EO.

Baca Juga :  Tak Ingin Adanya Keretakan Sosial, LAMR Keluarkan Warkah Pemilu 2019

Dari hasil intrograsi, EO mengaku ekstasi itu dia dapat dengan membeli dari KZ dengan harga Rp 150 ribu per butir. Kebetulan KZ menunggu di mobil honda brio yang mengantar EO. Sehingga langsung ditangkap didalam mobil.

“Tersangka KZ mengaku narkotika itu dibeli dari temannya bernama Okta, dan berhasil melarikan diri. Tersangka EO dan KZ dijerat dengan pasal 114 dan atau pasal 112 Jo pasal 132 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” kata Budhia. (RK1)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *