Kades Kembung Luar Muhammad Ali Tepis Tudingan Sepihak yang Mencemarkan Nama Baiknya

Muhammad Ali bersama sejumlah wartawan

RiauKepri.com, BENGKALIS – Kepala Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Muhammad Ali membantah tudingan yang dilakukan oleh ketua Kesatuan Mahasiswa Bengkalis – Malaysia M. Taufik Ali terhadap dirinya di salah satu media online beberapa hari lalu.

M. Taufik secara sepihak dan tanpa konfirmasi menuding Kepala Desa Kembung Luar melakukan penyelewengan dan Silpa Desa tahun 2018, dan beberapa tudingan miring lainnya yang mencemarkan nama baik Muhammad Ali selaku Kepala Desa.

”Tudingan Itu tidak benar, dan sudah salah kaprah, apa yang saya lakukan dalam mengambil kebijakan maupun dalam memutuskan sudah sesuai koridor dan aturan yang berlaku, tidak semena-mena seperti yang di tudingkan oleh Taufik itu,” ungkap Muhammad Ali kepada sejumlah Wartawan di Bengkalis, Rabu (17/7/2019).

Mengenai Dana Silpa, Lanjut M.Ali, Pertama, Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 silam, memang sudah dilakukan pencairan pada tanggal 27 Mei 2019 lalu sebesar Rp. 104.797.100,00, namun beberapa hari kemudian kita kembalikan lagi.

Baca Juga :  DKPP RI Pantau Pilkada Riau

Lantaran saat proses pencairan Bulan Mei lalu, perangkat Desa diantaranya Kaur Keuangan dan Kaur Perencanaan masih proses penjaringan (belum definitif-res), “ungkapnya, Rabu (17/07/19) siang kepada sejumlah awak media.

Sebab, kata Ali, untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pihak Desa, posisi Kaur Keuangan dan Perencanaan harus berstatus Definitif terlebih dahulu, apalagi posisi dua kaur ini sangat penting, sehingga dana yang telah dicairkan tersebut bisa langsung dibuat kegiatan. Namun karena posisi kedua Kaur tersebut kosong, maka dana Silpa tersebut dikembalikan lagi ke kas Desa, bukan disimpan didalam rekening pribadi seperti tudingan M.Taufik di media.

Kedua, bahwa Kaur Keuangan Siti Sayyidatur Rahmah sudah dilantik, karena sudah lengkap persyaratan administrasi pencalonan dalam penjaringan. Sedangkan Kaur Perencanaan belum dilantik, karena persyaratan administrasi atas nama Khairul Anuar tidak lengkap, ijazah SMA yang disampaikan kepada panitia hanya legalisir daftar nilai saja, bukan ijazah depan, dan saya anggap itu sangat fatal, seharusnya pada saat proses evaluasi berkas yang bersangkutan harus digugurkan karena secara administrasi tidak lengkap, padahal peserta yang mengikuti tes pada saat itu ada 9 orang, karena saya tidak mau merugikan calon yang lain maka saya putuskan harus dilakukan seleksi ulang.

Baca Juga :  Tabrak Pohon, Pengemudi Mobil Mewah di Siak Itu Tewas di Tempat

Ketiga, terkait pemecatan 6 anggota linmas yang mana menurut M.Taufik Ali dilakukan secara sepihak dan serentak, saya tegaskan lagi bahwa tudingan itu salah. Karena dari 10 anggota Linmas yang ada di Desa Kembung Luar, hanya 2 anggota yang dipecat, lantaran terbukti keduanya tidak disiplin.

Namun, kata Kades, beberapa hari kemudian, Ketua Linmasnya bernama Majelis datang ke Kantor Desa dengan menyerahkan semua atribut Linmas dan langsung mengatakan, bahwa dirinya dan seluruh anggota Linmas mengundurkan diri dari jabatannya.

“Saat itu, kita belum menerima atas pernyataan pengunduran diri dari Ketua Linmas tersebut, dengan menunggu pada hari berikutnya. Tapi setelah ditunggu-tunggu sampai satu minggu kemudian, hanya 4 anggota yang datang. Sehingga dengan kekurangan 6 anggota ini, maka kita terpaksa mengangkat kembali anggota Linmas dari orang-orang baru”. tambahnya.

Baca Juga :  Siak Goda Pelancong dengan Festival Gasing Internasional

“Jadi, semua yang ditudingkan oleh M. Taufik Ali terhadap pribadi saya sebagai Kades Kembung Luar salah kaprah, Bahkan tudingan itu sudah mengarah ke pencemaran nama baik pribadi saya dan di Pemerintahan Desa (Pemdes),apalagi saat ini sudah viral dimedia sosial.” tegas M. Ali yang juga Alumni Pondok Modern Nurul Hidayah Bantan Bengkalis ini. (RK4)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *