Lakukan Konsultasi Eksistensi Perguruan Tinggi Daerah, DPRD Pelalawan Kunjungan ke AKN Bengkalis

RiauKepri.com, BENGKALIS – Sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat untuk menyuarakan suara dan menyelesaikan persoalan Rakyat, Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Komisi I, sangat merisaukan akan eksistensi dan keberlanjutan kampus kebanggaan masyarakatnya yakni AKN Pelalawan.

Banyak yang telah dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis dimulai dari penyediaan lahan, bangunan, sarana-prasarana, sumber daya manusia namun seperti AKN Pelalawan tak kunjung menjadi sebuah Perguruan tinggi yang mandiri (Satker), bahkan pada tahun 2019/2020 ini AKN Pelalawan tidak menerima mahasiswa baru seperti biasanya, ini menjadi pertanyaan besar bagi anggota legislatif tersebut.

Walaupun sebelum DPRD Pelalawan telah memanggil pengelola AKN Pelalawan untuk Hearing, dan sudah dijelaskan oleh pengelola AKN Pelalawan bahwa tidak menerima mahasiswa pada tahun ini hanya bersifat sementara, karena pada tahun akan datang AKN Pelalawan akan menjadi PSDKU (Program studi diluar kampus utama) dari Politeknik Negeri Padang dan akan menerima kembali mahasiswa baru pada tahun ajaran 2020/2021.

Namun hal demikian menjauhkan dari harapan semula keinginan Kabupaten Pelalawan memiliki Akademi Komunitas Negeri, karena dengan menjadi PSDKU Politeknik Negeri Padang maka nama AKN Pelalawan tidak adalagi, dan apa jaminannya PSDKU ini bisa berkembang dan menjadi sebuah Perguruan tinggi sendiri, yang ada daerah akan terus mengeluarkan dana dalam jumlah yang besar.

Baca Juga :  Ewok Bertekad Selesaikan Persoalan Koperasi BBDM Lewat Jalur Hukum dan Legal Standing

Untuk menjawab kerisauan itu DPRD Pelalawan Komisi I melakukan kunjungan ke AKN Bengkalis pada hari Rabu (17/7/2019) siang yang dipimpin oleh Abdullah, S.Pd (FPKS). Pada kunjungan ini rombongan DPRD Pelalawan langsung disambut oleh Alfansuri, ST.M.Sc sebagai ketua pengelola AKN Bengkalis didampingi oleh Wakil Ketua Pengelola dan seluruh Ketua Program studi yang ada di AKN Bengkalis.

Pada kunjungan tersebut DPRD Pelalawan bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada Akademi Komunitas di Indonesia, mengapa pemerintah tidak mau memandirikan AKN yang sudah dijanjikan. Menurut Ketua Pengelola AKN Bengkalis, Alfansuri sosok yang juga pernah menjadi Ketua Tim Penegrian Politeknik Bengkalis ini menjelaskan bahwa kondisi ini keinginannya pemerintah khususnya kementerian Riset dan pendidikan Tinggi, menurut Alfan paling ada 3 tiga sebab pemerintah seperti ini, 1). Hasil evaluasi 4 AKN yang sudah mandiri (satker) tidak mengalami perkembangan yang berarti, 2).
Defisit anggaran, pemerintah tidak mau dibebankan terlalu besar anggaran AKN ini, disisi lain pemerintah memerlukan anggaran yang besar untuk membangun infrastruktur, 3).

Dengan mengembangkan AKN dimana perluasan akses yang dicapai tidak terlalu besar, karena AKN tidak dapat menerima mahasiswa dalam jumlah besar, sedangkan Kementerian senantiasa terus menargetkan peningkatan Angka partisipasi kasar dari tahun ketahun.

Pemerintah menurut Alfan menyamaratakan semua daerah, padahal Kabupaten di Riau berbeda dengan daerah lain, APK Riau masih dibawah rata-rata nasional, Riau memiliki potensi yang sangat besar, daerah migas, perkebunan sawit terbesar, pulp and paper, memiliki beberapa kawan industri yang berkembang pesat dan Kabupaten di Riau memiliki kemampuan untuk membantu pembiayaan, istilahnya pembiayaan tidak sepenuhnya berasal dari pemerintah (kementerian).

Baca Juga :  30 Anggota DPRD Dumai Dilantik, Wako: Semoga Dapat Bersinergi

Alfansuri juga menceritakan keberadaan AKN Bengkalis sangat membantu masyarakat termaginal selama ini, yang tidak mampu, tidak memiliki akses, tidak terlalu pintar dan hidup dalam kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural khususnya masyarakat yang berada diperbatasan Republik ini. Sudah banyak masyarakat terbelakang tersebut naik taraf hidupnya dengan anak-anak mereka bekerja di perusahaan besar, baik di Riau, Kepulauan Riau, Jakarta, kalimantan bahkan ada yang dimalaysia.

Biasanya anak-anak kita perbatasan ini bekerja di Malaysia merupakan TKI non skill, hanya bisa menjadi buruh kasar pada sektor bangunan dan perkebunan namun setelah kuliah di AKN Bengkalis menjadi pekerja profesional, gajinya hingga 6000 ringgit, bahkan tahun lalu perusahaan Multinasional di Jakarta datang khusus ke AKN Bengkalis melakukan proses perekrutment tenaga kerja.

Sedikit banyak AKN Bengkalis telah berhasil mewujudkan cita-cita awalnya mengangkat derajat masayarakat yang tertinggal dan memutuskan mata rantai kemiskinan. Melihat kondisi AKN Bengkalis yang juga jelas statusnya saat ini sangat memilukan dan menyedihkan.
Perbincangan berbagi informasi dari masing-masing baik dari DPRD Pelalawan dan AKN Bengkalis, dan mengkerucut apa solusi dari kondisi saat ini,

Baca Juga :  Kasmarni Amril Resmikan Bazar MTQ XV Siak Kecil yang Diikuti 17 Desa

Menurut Alfansuri, untuk memperjuangkan seharusnya kita bersatu dan bersama-sama, sebenarnya AKN Bengkalis pernah menawarkan kepada pengelola AKN Pelalawan 2 tahun yang lalu untuk berjuang bersama-sama, namun belum mendapatkan tanggapan, bahkan kepada pengelola Siak, sudah sangat sering tawaran ini disampaikan karena kalau seandainya 3 AKN di Riau bersatu yakni AKN Bengkalis, AKN Pelalawan dan AKN Siak, maka kita Riau bisa membangun bargaining,

“Tak dapat tiga satker minimal satu satker, tentu berhubung Siak yang berada di tengah-tengah antara Bengkalis dan Pelalawan, mungkin bisa saja namanya kita rubah menjadi AKN Riau,” katanya.

Namun perkuliahan yang sudah eksisting diKabupaten masing-masing tetap berjalan sebagaimana biasanya, pusat Direkorat dan administrasi yang berada di Siak. Pada kesempatan itu, Alfan mempersilakan kepada DPRD Pelalawan untuk memperjuangkannya.

“Kita dari Bengkalis siap mendukung da bergabung, dan jika tidakpun kami tetap berjuang sampai dengan awal 2020 ini, dan apabila belum berhasil maka seluruh prodi di AKN Bengkalis akan kami leburkan ke induk kami yakni Politeknik Negeri Bengkalis, pungkas Alfansuri yang juga pernah menjadi Wakil Direktur I dan Wakil Direkut IV Politeknik Negeri Bengkalis itu.” tutur Alfansuri. (RK4)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *