Bukan Sekedar Kompetisi, Parade Tari Kepri 2019 Diharapkan Menjadi Ruang Bertukar Gagasan

Latihan sebelum tampil.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG -— Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau menggelar Parade Tari Daerah 2019, Sabtu (27/7). Kegiatan adu gagasan dan ide para pekarya tahun ini dilaksanakan berbeda dari yang sebelumnya, yakni dari yang biasa digelar di lapangan terbuka, kali ini mengambil tempat di Aula Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak. Dinas Kebudayaan sebagai penyelenggara memberikan panggung spektakuler itu untuk sebelas karya apik dari tim-tim terpilih kabupaten dan kota se Provinsi Kepri, kecuali Anambas.

Menurut Faisal Amri, pengamat tari asal Kota Batam, parade tari kali ini super ketat dan menggigit. Aroma percaya diri dari seluruh kontingen kental terasa. Setidaknya itulah yang tampak begitu menyaksikan gladi bersih di panggung yang ukurannya sengaja dibuat sama dengan panggung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Baca Juga :  Ketika Musa Ismail "Tak Malu Kita Jadi Melayu"

“Bukan membedakan dengan kegiatan sebelumnya. Melihat persiapan, dan tempat yang disiapkan oleh panitia ada kesan mereka semakin arif untuk memenuhi keinginan, kebutuhan pertunjukan penata tari. Jujur, panggung parade tari daerah Provinsi Kepulauan Riau itu kini semakin megah dan menggiurkan,” ujarnya.

Panggung Parade tari Daerah Kepri 2019 yang ukurannya sengaja dibuat sama dengan panggung di Taman Mini Indonesia Indah.

Parade Tari Derah, lanjut Faisal, merupakan sebuah program penting khususnya bagi penata tari muda. Kemampuan dan kepiawaian mereka dalam mengolah ide perlu diasah secara terus menerus.

“Tidak hanya penata tari, melainkan juga kebutuhan para penari kita memang perlu dilatih secara intensif. Menelisik kembali tubuh, sebagai aspek penting dari dunia seni tari. Dalam sejarah panjang tubuh merekam berbagai kepentingan yang berkelindan, tarik menarik. Tidak saja untuk kepentingan artistik semata, akan tetapi tubuh hadir sebagai ekspresi mulai dari hal trensenden, ekonomi, hingga berbau politik sekalipun. Ia merekam penderitaan, kemarahan, sekaligus harapan,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Kepri Dukung Program Sejuta Rumah Dari Bank BTN

Kepala Seksi Seni Pertunjukan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Irwanto mengatakan, untuk pengadil sebelas karya terbaik yang akan tampil, pihaknya mendatangkan tiga tim eksekutor. Dua dari Jakarta, satu dari Kota Batam.

Irwanto berharap, event parade tari ini tidak hanya sebagai laman bagi penata tari, penari dan pemusik, melainkan bisa menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama Kepulauan Riau dijejali oleh nama-nama mahal dalam percaturan tari di Indonesia.

“Lahirnya harapan itu bukan tidak beralasan, karena di panggung nasional, sampai setakat ini karya-karya penata tari dari Kepulauan Riau selalu mendapat tempat. Boleh juga dikatakan masuk kategori hebat,” ujarnya.

Baca Juga :  Masyarakat Harus Rasakan Dampak Pembangunan

Menurut Irwanto, para koreografer muda di Kepri punya kemampuan yang perlu di asah, baik secara koreografi, wawasan, penggalian akar tradisi serta usaha pencarian gagasan karya yang baik.(RK/R)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *