Mediasi Sengketa Kerja PT SRK Berakhir Deadlock

Mediasi tak sampai kesepakatan.

RiauKepri.com, INHU- Mediasi sengketa kerja staff kebun PT sinar reksa kencana (SRK) vs Perusahan di Kantor Disnaker Pemkab Indragiri Hulu (Inhu), Senin (29/7/2019) berakhir deadlock.

Mediasi sengketa kerja berawal dari aksi mogok sejumlah staff dan karyawan kebun PT SRK di kebun sentosa estate (STE) Kecamatan Rakit Kulim, Jumat (27/7/2019) pekan kemarin dengan alasan menuntut status naker hingga hak dan kewajiban karyawan pasca akuisisi saham PT SRK kepada Mentari group.

Namun sayang ditengah mediasi berlangsung para penggugat justru deadlock. “Alasan penggugat harus mendatangkan langsung pemegang saham lama di PT SRK, Bapak Haryono cs,” sambung Willy, Selasa (31/7/2019).

Baca Juga :  Guru Sekolah Umum dan Madrasah Setara, Berkiprah Mencerdaskan Anak Bangsa.

Mediasi sengketa kerja dipimpin langsung Kabid PHI Disnaker Pemkab Inhu Yasman, ST dan dihadiri langsung para fihak penggugat Burhanudin Ginting cs dan perwakilan Manajaman pemegang saham.

Manajamen baru pemegang saham PT SRK pesimis kata sepakat dua fihak bersengketa tidak akan mengerucut. “Sebagaimana diatur undang undang ketenagakerjaan ada baiknya sengketa ini diteruskan ke PHI Pekanbaru,” pesan Willy.

Sebelumnya Askep Kebun PT SRK Agus Muno membenarkan ada pemberitahuan tertulis dari penggugat tentang rencana mogok kerja para karyawan dan staff kepada Disnaker Pemkab Inhu.

Baca Juga :  Mencari Kerja, Jangan Lewatkan Job Fair 2018

Pemberitahuan mogok kerja dengan alasan menuntut status dan hak kewajiban para pekerja ditanda tangani langsung Manajer Estate Manager PT SRK Baharudin Gurning dan Askep Agus Pujono.

Kabid perselisihan hubungan industrial (PHI) Disnaker Pemkab Inhu Yaspan, ST belum memberikan keterangan. Mohon maaf, saya mau sholat zuhur,” singkat Yaspan via seluler. Dan dikonfirmasi ulang belum memberikan keterangan. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *