Alm Abdul Muklis Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Ahli Waris Berhak Terima Manfaat JKK

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Dumai Muhammad Riadh saat menyerahkan manfaat JKK kepada Ahli Waris pekerja di Dumai belum lama ini

RiauKepri.com, Dumai – Alm Abdul Muklis, pekerja PT ISS yang tewas akibat kecelakaan kerja terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan demikian, ahli waris korban berhak mendapat klaim manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti diketahui pekerja PT ISS atas nama Abdul Muklis telah meninggal dunia akibat terlindas truk angkutan pupuk di Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung.

Korban rewas akibat terseret ke dalam kolong kendaraan angkutan pupuk milik PT S3 di lokasi PT Sentana Adidaya Pratama kawasan Industri Dumai, Pelintung Kecamatan Medang Kampai Jumat (02/08/19).

Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Dumai Muhammad Riadh menjelaskan korban adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hanya saja, tidak di BPJS Ketenagakerjaan Dumai. Korban terdaftar di Pekanbaru dan diperpanjang kembali di Jakarta.

Baca Juga :  Cegah Karhutla, Personel Polsek Tebingtinggi Barat Sebar Maklumat Kapolda

Korban sendiri, kata Riadh sejak November 2014 hingga September 2018 terdaftar di BPJS Pekanbaru. Kemudian sejak 01 Oktober 2018 sampai sekarangm terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Cilandak Jakarta.

“Ok pak.. ybs bpjstkerja terdaftar di pekanbaru : nop 2014 sd sept 18.
Terdaftar kembali di bpjstkerja jkarta cilandak 01 okt 2018 sd sekarang,” jelasnya.

Menurut Riadh, pihaknya sudah menghubungi pihak perusahaan dan untuk laporan kecelakaan kerja segera dikirim ke Dumai.

“Perusahaan sudah dihubgi utk lap kecelakaan kerja akan segera di kirimkan ke dumai,” ungkapnya.

Keterangan yang berhasil dihimpun riaukepri.com menyebutkan, ahli waris pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja berhak mendapat klaim manfaat JKK berupa santunan Kematian sebesar = 60 % x 80 x upah sebulan, sekurang kurangnya sebesar Jaminan Kematian.

Baca Juga :  Jepretan Syamsuar Membuka "Rekam Jejak Riau Bangun Negeri"

Kemudian biaya pemakaman Rp 3.000.000,-. Dan Santunan berkala selama 24 bulan yang dapat dibayar sekaligus= 24 x Rp 200.000,- = Rp 4.800.000,-.

Sedangkan ahli waris korban adalah Rahman Majid tinggal di Jalan Makmur Gang Melati RT 08 Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur.

“Ahli waris bpk rahman majid_jl.makmur gg melati RT 8 tj palas Dumai,” jelasnya melalui aplikasi WA Senin siang.

Perlu Kerjasama

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai melalui Kabid Hubungan Industri dan Persyaratan Kerja Muhammad Fadhly SH menjelaskan bahwa Sesuai Permenaker 19 tahun 2012 tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain, dimana pekerjaan itu seharusnya disitulah pekerja tersebut didaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Bupati Inhu Minta OPD Waspada Karlahut

Dicontohkan, Fadhly jika perusahaan mendapat pekerjaan di Dumai, seharusnya terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Dumai.

“Untuk itu perlu kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertrans Dumai,” kata Fadhly.

Caranya, ketika perusahaan melaporkan kontrak dan PKWT, Disnakertrans Dumai berhak minta data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Jika ternyata belum terdaftar atau terdaftar di tempat lain, kami bisa mengarahkan agar perusahaan mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan Dumai. Itu,” ungkap Fadhly lagi. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *