Demo Dugaan Korupsi di DPRD Inhu Rp 45 M, Mahasiswa Salah Kamar?

Aksi demo mahasiswa di Kejari Inhu.

RiauKepri.com, INHU– Kepala kejaksaan Negeri Kejari (Kajari) Indragiri Hulu (Inhu) Hayin Suhikto melalui Kasi Intelijen Bambang Saputra mengatakan, aksi unjuk rasa (unras) puluhan mahasiswa di kantor Kejari Inhu, Senin (5/8/2019), salah kamar.

“Kami di kejaksaan tidak pernah melakukan penyelidikan dugaan korupsi sebesar Rp 45 miliyar, makanya adek-adek mahasiswa jangan sampai salah kamar,” jawab Bambang kepada puluhan mahasiswa.

Sebelumnya, di depan kantor Kejari Inhu puluhan mahasiswa mengatasnamakan persatuan mahasiswa Pekanbaru dan Padang asal Inhu mendesak Kejari Inhu menuntaskan dugaan korupsiberjamaah DPRD Inh sebesar Rp 45 miliar.

Baca Juga :  KAT di Meranti, Ini yang "Menyekat" Kemajuan Mereka

Menurut hemat Mahasiswa, penyelidikan dugaan korupsi berjamaah di DPRD Inhu sudah dilakukan lebih dari 120 hari.
“Jaksa dan hakim harus punya integritas, jangan takut tuntaskan dugaan korupsi, berikan kejelasan hukumnya,” ucap salah seorang orator.

Unras Mahasiswa kali itu dipimpin koordinator mahasiswa Pekanbaru asal Inhu, Pebri Romadon dan orator lainnya Ilham Perdana.

Kepada wartawan, Kasi intelijen mengatakan, selain tidak pernah melakukan penyelidikan dugaan korupsi berjamaah di DPRD Inhu sebesar Rp 45 miliar, Kejari Inhu juga tidak pernah menerima SPDP dugaan korupsi Rp 45 miliar dari instusi manapun.

Baca Juga :  CATATAN PUTIH SUNGAI JANTAN

“Perlu diketahui, proses lidik dan sidik dugaan korupsi itu ada ditiga institusi. Jadi yang dimaksud adek-adek Mahasiswa itu bisa saja di institusi lain. Tapi yang pasti kami tidak pernah melakukan lidik dugaan korupsi Rp45 miliar. Terkecuali penyelidikan dugaan kelebihan bayar SPDP dewan yang diakibatkan regulasi sebesar Rp 1,7 miliar,” ungkap Bambang yang mengaku Kajari Inhu Hayin Suhikto sedang dinas luar kota di Jambi. (RK6)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *