Peralihan Blok Rokan, LAMR Berharap Jangan Jadi Ladang Perburuan

Pengurus LAMR saat menggelar jumpa pers.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Peralihan pengelolaan kilang minyak blok Rokan dari PT. Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina akan terealisasi pada 9 Agustus 2021 mendatang. Dalam kurun waktu yang tidak dekat yaitu 2 tahun lagi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menilai adanya intraparansi pihak terkait dalam pemindahan atau transisi pengelolaan.

Pada konfrensi pers yang ditaja LAMR, Jumat (09/08/2019), Datuk Seri Al Azhar sebagai Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Riau mengungkapkan, LAMR tidak menginginkan kalau Riau hanya menjadi ladang perburuan. Beliau juga berharap kehadiran kilang minyak Blok Rokan dapat memberikan manfaat sosial kultural Ekonomi bagi masyarakat Riau.

Baca Juga :  Riau Siap Sukseskan Pemilu 17 April 2019

Seperti diketahui pada 14 Agustus 2018, LAMR beserta Pemprov Riau mendatangi Kementrian ESDM untuk melakukan perundingkan perihal pengelolaan blok Rokan. Tetapi hingga kini hasil perundingan ini belum didapatkan tanggapan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat.

Ketua MKH LAMR, Datuk Syaril Abubakar pada kesempatan yang sama menambahkan, masyaratkat Riau seperti ditimpa dua masalah menanggapi perihal proses transisi juga soal tanah terkontaminasi yang ditinggalkan PT. Chevron Pacific Indonesia.

Kedepannya LAMR mengharapkan kehadiran kilang minyak Blok Rokan bukan hanya soal Participating Interest yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2016, tetapi juga memberi maanfaat lebih kepada masyarakat Riau, seperti mendapat jumlah yang lebih banyak dalam tenaga kerja tempatan, pancung alas/biaya ganti rugi yang lebih sesuai dan pada akhirnya menberikan manfaat sosial kultural ekonomi untul masyarakat Riau. (RK14)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *