Gubri: Memadam Kebakaran Lahan Nyawa Taruhannya

Turun Langsun ke Lokasi Kebakaran Bersama Kasum TNI

Gubri Syamsuar turun langsung ke lokasi kebakaran.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Gubernur Riau Drs H Syamsuar MS.i menyebutkan, memadamkan lahan terbakar taruhannya nyawa. Karena kalau tidak hati-hati bisa masuk ke dalam lahan gambut yang terbakar.

“Dalam lahan gambut bisa mencapai 5 meter lebih, belum lagi kepungan asap tebal dari lahan yang terbakar bisa membuat sesak nafas. Nyawa taruhan memadamkan api ini,” ujar Syamsuar.

Gubernur Syamsuar mengatakan hal itu ketika turun langsung ke lahan kebakaran bersama Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto, Danrem 031/Wirabima Brigjen M Fadjar dan Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Moningka, Kapolda Riau, serta Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.

Baca Juga :  Karlahut di Riau Capai 66,5 Hektare

Adapun lokasi karhutla yamg ditinjau Kasum TNI bersama Syamsuar, meliputi Kempas Jaya (Indragiri Hilir), Indragiri Hulu, Taman Nasional Teso Nelo dan Langgam (Pelalawan).

Syamsuar juga menyebutkan, banyak lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air. Akibatnya, upaya pemadaman lahan yang terbakar pun memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencari sumber air baru.

“Apabila di lokasi tersebut sulit air, yang kita lakukan dengan cara water bombing. Meminta bantuan satgas udara menyiram air dari udara ke lahan yang terbakar. Upaya pemadaman yang kita lakukan ini efektif untuk memadamkan api, meskipun membutuhkan waktu,” ungkap Syamsuar.

Baca Juga :  Bahasa

Di lokasi lahan yang terbakar di Langgam, Kabupaten Pelalawan, Syamsuar mendengarkan keluh kesah yang dialami satgas darat dalam upaya pemadaman lahan yang terbakar.

Diketahui, ada 19 helikopter yang standby di Lanud Roesmin Nurjadin, dikatakan Syamsuar, untuk melakukan water bombing di Riau. Sembilan belas helikopter itu, terdiri 9 helikopter BNPB, 1 helikopter KLHK, 8 helikopter perusahaan, dan 1 helikopter BKO TNI.

“Saya bertemu Bupati, Kapolres, Dandim, anggota TNI-Polri, BPBD, MPA, Manggala Agni dan karyawan perusahaan, yang ikut memadamkan api. Mereka bercerita bagaimana angin kencang dan lokasi terbakar yang sulit dijangkau, serta sumber air minim, jadi kendala. Kita sama-sama berdoa, semoga asap dan karhutla di Riau tidak ada lagi,” jelas Syamsuar. (Adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *