Ini Jawaban Dr. Junaidi, Terkait Pernyataan Ketua IKAPI Riau

Dr. Junaidi

RiauKepri.com, PEKANBARU – Pernyataan Ketua Ikatan Pernerbit Indonesia (IKAPI) Riau, Fadillah Om, yang mengatakan bahwa Mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau tidak semestinya penerapan dilakukan oleh Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (MKA LAM) Riau.

Dikutip dari cakaplah.com, Fadillah juga menyampaikan seharusnya yang menyusun kurikulum dan menentukan buku yang dipakai sebagai pegangan materi ajar ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan.

Menanggapi hal ini, Dr. Junaidi, M.Hum., tim penyusun kurikulum Mulok Budaya Melayu Riau, menjelaskan penyusunan kurikulum sudah melewati tahapan yang benar yang melibat pihak terkait yakni Dinas Pendidikan Provinsi Riua, LAM Riau, guru-guru dan pakar budaya.

Baca Juga :  Abdul Muklis Tewas Kecelakaan Kerja Fadhly; PT ISS Belum Melapor

“Penetapan kurikulum juga sudah sesuai prosedur. Diajukan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan ditetapkan oleh gubernur. Sesuai kewenangan, gubernur telah menetapkan kurikulum mulok bmr untuk tingkat SMA/SMK/MA/Sederajat. Jadi tak ada yang salah,” tegas Junaidi.

Junaidi juga menambahkan bahwa pengesahan kurikulum Mulok Budaya Melayu Riau telah melalui telaah dan diuji serta melibat ahli kurikulum dari Pusat Kurikulum dan Perbukuaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pengesahan kurikulum juga telah melalui telaah dan harmoninasi hukum oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Riau,” jelas Junaidi yang juga Wakil Rektor Unilak ini.

Baca Juga :  Iblis Ditangkap Polsek Seberida, Ini Kasusnya

“Bagi yang belum paham kewenangan penetapan kurikulum muatan lokal di sekolah silahkan mempelajari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 Tauun 2018, Peraturan Gubernur Riau Nomor 45 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau. Perlu diingat juga Penetapan Kurikulum Muatan Lokal Budaya Melayu Riau melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 921/VIII/2019. Jadi tak ada yang salah”, tambah Junaidi. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *