Menpar dan Gubri Maleo Jalur, Gini Semangatnya

RiauKepri.com, KUANSING– Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya bersama Gubernur Riau Drs H. Syamsuar MS.i, serta wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Wakil Bupati Kuansing H Halim, serta Forkompinda, Rabu (21/8/2019), pukul 08.00 WIB, melakukan maelo jalur atau menurunkan sampan untuk pacu jalur di Hutan Kota Pulau Bungin (pasir halus).

Jalur yang sudah disiapkan diikat dengan tali yang terbuat dari bambu kemudian beramai-ramai ditarik. Agar kompak dan menciptakan kebersamaan, untuk menarik jalur itu menggunakan jasa MC.

Baca Juga :  Ini Pesan Gubri Saat Menerima 29 Orang Penempatan IPDN Angkatan XXV

Dengan menggunakan pengeras suara, MC menuntun para peseta maelo menuruti perintahnya dalam bahasa Kuansing. Pada hitungan 1, peserta diminta bergantung atau memegang tali.

Sedangkan pada hitungan kedua, peserta maelo diminta menjongkok atau siap-siap memegang tali. Belum masuk hitungan ketiga, peserta maelo sudah menarik tali yang terbuat dari bambu yang menempel pada di haluan jalur atau sampan.

Sangking semangatnya peserra maelo menarik jalur, sampai-sampai MC minta berhenti karena sudah sampai batasnya menteri pariwisata dan Gubri serta wakil gubernur Riau terus saja menarik. Akhirnya, ramai-ramai yang bukan peserta maelo berteriak stop!

Baca Juga :  Dua Pesawat Tempur Asing Masuk Wilayah Natuna

Sejarahwan Riau Prof Suwardi menceritakan, maelo ini dilakukan di dalam hutan. Jalur dibuat oleh para laki-laki sementara perempuan memasak. Ketika jalur diturunkan, wanita juga ikut menarik.

“Biasanya tali maelo itu putus sehingga laki-laki dan perempuan jatuh berimpitan. Di situlah pertemuan bujang dan dara sehingga berjodoh,” kata Suwardi.

Sesudah maelo ini, bujang dan dara tadi makan bersama di dalam semak-semak. Biasanya yang dimakan adalah kongji borayak yang dibungkus dengan daun pisang.

Usai maelo Menpar, Gubri, Wagubri, wakil bupati Kuansing, serta Forkompinda setempat juga makan kongji borayak. Makan bersama ini tidak di dalam semak-semak tapi beralas tikar dan tentunya tidak pula dengan anak dara. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *