Ini Cara SMAN 4 Pekanbaru Tanam Kepatuhan Pelajar Berlalu Lintas

Yan Khoriana saat membaca amanat pada sebuah upacara.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Mengingat tingginya kasus kecelakaan lalulintas yang menimpa peserta didik dalam berkendaraan, maka Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dirasakan sangat penting karena membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, termasuk dalam mematuhi aturan berlalulintas.

Hal tesebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Pekanbaru Yan Khoriana M.Pd saat temu ramah dengan orang tua peserta didik serta jajarannya baru-baru ini. Disamping itu SMAN 4 juga memiliki ekstra kurikuler pasukan khusus yang kegiatan intinya pembentukan sikap serta perilaku tanpa mengabaikan pengetahuan dan ketrampilan.

Baca Juga :  Mantap, SMAN 4 Pekanbaru Launching 2 Produk Inovasi Siswanya

Pendidikan, ucap Yan Khoriana, menjadi salahsatu strategi paling efektif untuk penanaman nilai norma disiplin, etika dan pembiasaan budaya berlalulintas bagi siswa.

Melalui pendidikan, sambung Yan Khorian, proses perubahan sikap mental dibentuk secara perlahan dengan harapan generasi muda bisa secara sadar menerapkan sikap dan perilaku disiplin, etika serta budaya berlalulintas yang aman, selamat, tertib dan lancar.

”SMA Negeri 4 adalah sekolah pelopor keselamatan berkendaraan pertama di Provinsi Riau yang sudah mempunyai MoU dengan Polda Riau. Kita juga mengantisipasi bagi pelajar yang tidak punya SIM tidak diperbolehkan berkendaraan,” ucap Yan Khoriana.

Baca Juga :  Stand TP PKK Sediakan Tempat Berfoto Ria di Bazar MTQ Bengkalis ke 44

Sekolah, kata Yan Khoriana, berperan penting membentuk sikap dan prilaku paradigma yang positif, internalisasi nilai-nilai kebajikan, adanya teladan yang baik, pembiasaan yang berkelanjutan dan penciptaan suasana yang baik bagi siswa di lingkungan sekolah melalui pendidikan lalu lintas.

”Keteladanan berperilaku patuh bisa diterapkan dan akan membawa dampak positif bagi siswa dimasa yang akan datang. Jika etika sudah diterapkan dalam keseharian maka akan terbentuk budaya patuh bagi peserta didik pada setiap aturan yang berlaku,” ucap Yan Khoriana. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *