PT IBP Jual Batu Bata di Bawah Pasaran, Pendapatan Warga Menurun

Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini dan staf foto bersama pedagang batu bata di kantor Kadin.

RiauKepri.com, DUMAI– PT Inti Benua Perkasatama (IBP) Bukit Kapur sudah memproduksi dan memperjual belikan batu bata, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran. Sehingga konsumen beralih membeli batu bata ke PT IBP.

Kondisi itu berdampak negatif kepada warga yang bergerak di Bidang Usaha Batu Bata di Jalan Dumai- Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur.

Merasa dirugikan dan menyatakan keberatan, warga membuat surat pernyataan yang ditandatangani 59 orang dan diserahkan kepada Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Warga berharap Kadin bisa memediasi agar perusahaan dan masyarakat dapat bekerjasama dengan sinergi.

Baca Juga :  Di Rumbai Syamsuar Menjemput Suara

Kadin Dumai langsung merespon dengan mengundang warga juga Managemen PT IBP Bukit Kapur. Sayang, surat undangan Kadin tak diindahkan perusahaan. Buktinya, managemen PT IBP tak hadir dalam pertemuan di kantor Kadin di Jalan Kesehatan Dumai, Selasa (27/08/19)

“PT IBP menjual batu bata di bawah harga pasaran, sehingga konsumen beralih membeli batu bata ke PT IBP. Kondisi itu membuat penurunan penjualan dan pendapatan warga pedagang batu bata,” keluh warga.

Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini mengatakan, pihaknya berupaya agar PT IBP dan warga dapat bersinergi dan menjalin kerjasama.

Baca Juga :  Pemkab Bengkalis dan Tanoto Pondation Akan Gelar Pameran Showcase Media Belajar Inovatif

“Kita akan agendakan lagi pertemuan minggu depan dengan harapan managemen PT IBP dapat hadir, ” ujar Zulfan Ismaini kepada riaukepri.com di ruang kerjanya.

Menurut Zulfan, masalah tersebut akan didiskusikan dengan managemen PT IBP dengan melibatkan para pihak. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (LH), Disnaketrans Dumai dan pihak lain.

“Kita berupaya bagaimana PT IBP dan warga bisa kerjasama dan bersinergi dengan baik,” harapnya.

Dijelaskan, PT IBP Bukit Kapur memproduksi batu bata dari sisa pengolahan SBE yang merupakan bahan penjernih minyak makan.

Menurut informasi PT IBP menjual batu bata produksi perusahaan dengan harga Rp 480,- per keping. Sedangkan masyarakat menjual batu bata dengan harga Rp 600,- per keping. Kondisi itu membuat warga kalas saing, dan konsumen beralih.membeli batu bata ke PT IBP.

Baca Juga :  Gubri Bertekat Optimalkan Produksi Beras Riau, Siak Jadi Contoh

“PT IBP sudah produksi dan memperjual belikan batu bata, meski diduga belum memiliki izin dari instansi terkait,” ujar Zulfan Ismaini, sembari menambahkan bahwa potensi ekonomi masyarakat dari perdagangan batu bata sangat menjanjikan.

“Kita berupaya agar potensi ekonomi masyarakat dapat dimaksimakan,” ungkap Zulfan Ismaini.

Managemen PT IBP Bukit Kapur belum berhasil dikonfirmasi menyangkut hal tersebut. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *