Terbukti Bersalah, Mantan Kadishub Bengkalis Divonis 1,4 Tahun

Suasana sidang

RiauKepri.com, PEKANBARU – Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis, Jaafar Arif, divonis hukuman 1 tahun penjara 4 bulan penjara. Sedangkan Kepala Cabang (Kacab) PT Gemalindo Shipping Batam (GSP), Yahdi Andriadi, divonis 4 tahun penjara, Senin (2/9/2019) oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau.

Vonis hakim tersebut terhadap dua terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya dimana mantan Kadishub Bengkalis Jafaar Arif dituntut 2 tahun penjara dan Yahdi Andriadi dituntut 4,5 tahun.

Kajari Bengkalis Heru Winoto melalui Kasi Pidana Khusus, Agung Irawan membenarkan hakim telah menvonis mantan Kadishub Bengkalis Jafaar Arif 1 tahun 4 bulan penjara dengan denda senilai Rp 50 juta subsidir 3 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Kepala Cabang (Kacab) PT Gemalindo Shipping Batam (GSP), Yahdi Andriadi, divonis 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsidir 6 bulan penjara. Kemudian uang pengambalian atas merugian sebesar Rp 1.294.560.960 subsidir 2 tahun penjara.

Baca Juga :  Kejari Bengkalis Setor Uang Hasil Korupsi Sebesar Rp 5,1 Miliar

“Iya, vonis Jafaar Arif 1 tahun 4 bulan sedangkan terdakwa Yahdi Andriadi divonis 4 tahun penjara. Kedua terdakwa terbukti bersalah sesuai pasal 3 UU Tipikor jo pasal 64 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” tegas JPU Agung Irawan saat dikonfirmasikan Senin, (2/9) lewat telepon selulernya.

Ia juga menjelaskan untuk terdakwa Yahdi Andriadi juga diharuskan untuk pengembalian kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar lebih. “Jika tidak dikembalikan terdakwa dikenakan subsidir dan menjalanin hukuman 2 tahun penjara,” ungkap Agung.

Selain itu, dikatanya, sebagai barang bukti untuk terdakwa Yahdi Andriadi tetap terlampir dalam berkas perkara dan rumah dirampas untuk negara dan diperhitungkan untuk uang pengganti.

Kedua terdakwa terbukti melakukan korupsi dana operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang GT 776 yang merugikan negara Rp1.294.569.960.

Terdakwa bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Kuliah Online Unilak Diikuti 4.420 Mahasiswa dengan 460 Sesi Kuliah

Perbuatan kedua terdakwa bermula pada tahun 2003, saat Pemkab Bengkalis membeli KMP Tasik Gemilang GT 776. Tahun 2006 Pemkab Bengkalis melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis mengelola operasional KMP Tasik Gemilang GT 776.

Pengelolaan itu meliputi biaya bahan bakar minyak, gaji karyawan, biaya pemeliharaan (docking), dan biaya ke pelabuhan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan yang melintasi pada jalur Air Putih – Sungai Selari dengan menggunakan APBD Kabupaten Bengkalis. Namun pengelolaan berhenti pada Tahun 2009.

Januari 2012, Jaafar Arif yang menjabat Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis, melakukan kesepakatan bersama Drs Asmaran Hasan (Almarhum) selaku Sekretaris Daerah Bengkalis dan Yahdi Andriadi. Pengelolaan KMP Tasik Gemilang GT 776 pada jalur Air Putih – Sungai Selari akan diberikan kepada terdakwa Yahdi Andriadi .

Baca Juga :  Mantan Wakil Bupati Bengkalis Itu pun Ditahan

Tanpa adanya persetujuan Kepala Dinas Perhubungan, dan Informatika Kabupaten Bengkalis maupun Bupati Kabupaten Bengkalis selaku Kuasa Pengelola Aset Daerah, Jaafar Arif bertemu dan membahas rencana pengopersionalan KMP Tasik Gemilang GT 776 dengan Yahdi Andriadi .

Kedua terdakwa mencari perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan kemudian meminjam perusahaan tersebut untuk kepentingan penawaran. Yahdi Android menemui Aliaman Siregar, Kepala Cabang PT Sufie Bahari Lines Cabang Pekanbaru dan meminjam perusahaan tersebut.

Perusahaan itu diwakili oleh Yahdi Andriadi selaku Pengelola KMP Tasik Gemilang. Di dalam nota dinas yang diterbitkan terdakwa Jaafar Arif disebutkan, perusahaan tersebut dapat menguntungkan daerah.

Namun dalam pengelolaannya, terjadi penyimpangan. Akibat perbuatan mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis periode 2013 hingga 2017 itu telah memperkaya terdakwa Yahdi Andriandi sebesar Rp 1.294.569.960. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *