Hamil 7 Bulan, Unit PPA Polres Inhu Bongkar Prostitusi Anak Dibawah Umur

Para tersangka saat diamankan polisi.

RiauKepri.com, INHU– Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Rabu 28 Agustus 2019, mengamankan 6 tersangka diduga melakukan tindak pidana perlindungan anak.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Dasmin Ginting S.IK melaui Ps.Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan, 6 orang yang diamankan tersebut adalah perempuan bernama LN yang berperan sebagai Mucikari,
ADK, SKN, HDT, KLW dan STS yang berperan sebagai Pria Hidung Belang atau Penikmat seks anak dibawah Umur.

Prostitusi anak dibawah Umur terbongkar bermula saat orang tua, anggap saja namanya “Melati” yang berumur 17 tahun, melaporkan anaknya dihamili kepada Polsek Lirik, dan setelah melaui proses penyelidikan kasus tersebut dikembangkan dan dilimpah ke Unit PPA Polres.

Baca Juga :  Menjaga Benteng Terakhir Jilatan Kepala Api

Adapun kronologi kejadiannya, bermula sekitar tahun 2017 Melati bertengkar dengan orang tuanya lari dari rumah. Setelah lari dari rumah lebih kurang 1 bulan tinggallah dia di rumah seorang atas nama LN di desa Sekar Mawar selama 1 bulan. Korban dibawa LN untuk mencari uang dengan cara melayani tamu di tempat-tempat hiburan.

Di tempat ini juga kadang-kadang di warung tuak¬† di Sungai Lala, LN menawarkan korban untuk melayani laki-laki hidung belang dengan biaya tarif antara Rp200.000 sampai Rp500.000. “Setiap tamu yang membawa korban, LN mendapatkan Rp50.000 sampai Rp100.000 per tamu,” kata Paur.

Baca Juga :  Atasi Kelangkaan, Riau Kirim Gula ke Setiap Kabupaten dan Kota

“Melati saat ini sedang hamil 7 bulan dan Unit PPA mengamankan pria STY di Belilas karenamenyetubuhi anak tirinya. Adanya kasus ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama agar tidak terjadi lagi dikemudian hari,” ucap Misran.

Sumber: Humas Polres Inhu

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *