3 Pekerja GOR Pertamina Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Belum Terima Laporan

Kondisi bangunan GOR PT Pertamina RU II Dumai yang ambruk.

RiauKepri.com, DUMAI- Pembangunan gedung olah raga (GOR) Lapangan Tenis di Komplek Perumahan PT Pertamina RU II Dumai Kelurahan Bukit Datuk makan korban. Tiga pekerja mengalami kecelakaan kerja saat Instalasi konstruksi bangunan runtuh Jumat (06/09/19) lalu.

Sayang PT Karya Lestari Pertiwi sebagai sub kontraktor pelaksana proyek pembangunan GOR PT Pertamina RU II tersebut belum melapor ke BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Dumai Muhammad Riadh mengaku pihaknya belum ada menerima laporan terkait kecelakaan kerja tersebut.

“Kita kroscek dulu ya pak. Ia memang belum ada laporan,” jelasnya kepada RiauKepri.com melalui aplikasi WA Senin (09/09/19).

Informasi yang diterima menyebutkan saat pekerjaan dilaksanakan, gedung olahraga ambruk dan melukai tiga pekerja. Memang kemiringan tiang baja penyangga banguban telah terlihat sejak awal pengerjaan.

Baca Juga :  RoRo Dumai-Malaka Beroperasi, Ini 71 Komoditi yang Boleh Diangkut

Proyek pembangunan gedung olahraga tenis yang baru itu kabarnya dikerjakan oleh PT. Karya Lestari Pertiwi. Konon kabarnya sub kontraktor tersebut dalam pelaksanaan proyek terkesan asal-asalan dan tidak sesuai besaran teknik (Bestek).

Sejak awal tiang penyangga (H-baem,red) dipasang, banguan sudah tampak miring. Diduga rangka bagian atas bangunan itu tidak dapat ditopang oleh penyangga yang berukuran lebih kecil.

Tidak itu saja, informasinya baja H-beam yang menjadi penyangga bawah itu hanya dikunci menggunakan baut diatas pondasi sisa bangunan  lama. Selain berukuran lebih kecil, pondasi baja yang menopang hingga puluhan ton itu tidak tertanam dan hanya dikunci menggunakan coran tempel.

Baca Juga :  Gubri: Jangan Puasa Jadi Alasan Bermalas-malasan

Sebelum kejadian naas yang menimpa tiga orang pekerja itu, kontruksi gedung olahraga milik PT Pertamina yang dibanguan dengan anggaran berkisar mencapai 2 Milyar tersebut, sudah tampak miring dan harus ditahan dari sisi sebaliknya menggunakan kawat seling baja. Hal itu tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Diduga pihak Sub Kontraktor sudah mengetahui kemiringan itu dan memaksa melanjutkan pengerjaannya. Pristiwa naas itu bermula saat pekerja akan menyatukan kedua sisi besi H-beam bagian atas, namun terkendala dikarenakan terdapat kawat seling baja yang menahanya.

Baca Juga :  LAMR Beri Ucapan Selamat kepada Jokowi-Ma’ruf

Akibatnya, bagian tengah besi baja yang diketahui memiliki berat hingga puluhan ton itu ambruk dan menimpa 3 orang pekerja PT. Karya Lestari Pertiwi selaku sub kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan apakah PT Karya Lestari Pertiwi mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketegakerjaan atau tidak.

Namun yang jelas perusahan belum melaporkan kejadian tersebut ke BPJS Ketenagakerjaan dan ke Disnakertrans Dumai.

” Sory lae sy dns luar blm tau beritanya lagian k3 kewenangan propinsi, tapi sudah saya informasikan ke pengawasan,” kata Kepala Disnakertrans Dumai H Suwandy SH M.Hum melalui Sekretaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar SE. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *