Riau Darurat Asap, Dr. Husnul: Sinergitas dan Bantuan Pusat Sangat Diperlukan

Dr. Husnul bersama rombongan peneliti Jepang, Dr.Ayaka Takahashi saat menelusuri salah satu daerah penelitian gambut di Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Saat ini kondisi karhutla di Riau sudah memasuki hal yang tidak sehat. Sehubungan dengan itu, peneliti geologi dari Universitas Islam Riau, Dr. Husnul memaparkan bahwa saat ini diperlukan sinergitas maksimal dalam usaha penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi.

Menurut ahli geologi yang telah melakukan penelitian gambut dengan pihak Jepang ini, dalam penelitian bersama tersebut, temuan terpenting dalam menjaga kondisi gambut ini adalah terjaganya kelembapan gambut agar tidak kering, karena komposisi lahan gambut terdiri dari tumbuhan yang telah mati, sehingga jika keadaan tersebut menjadi kering, maka akan sangat mudah untuk terbakar.

Baca Juga :  Kabut Asap di Dumai Kiriman dari Kabupaten Tetangga

“Kondisi musim kemarau saat ini sangat panjang, berbeda dengan 4 tahun kebelakangan ini. Hal ini mempengaruhi signifikansi keadaan gambut terhadap cuaca kering,” ucap Dr. Husnul.

Gambut di Riau, sambung Dr. Husnul, terkenal sangat dalam dan kondisinya diperparah dengan kondisi lahan gambut yang telah dikeringkan dengan mengeluarkan air yang terkandung di lahan gambut dengan membuat kanal-kanal oleh perusahaan-perusahaan pemilik konsesi, sehingga lahan gambut tersebut menjadi kering dan sangat rentan, mudah terbakar.

Dimintai pendapat terhadap pihak yang terlibat untuk penanganan Karhutla saat ini, Dr. Husnul menjelaskan, jika menilik ke belakang, keadaan Karhutla ini menjadi parah setelah masuknya perusahaan-perusahaan pemilik konsesi lahan, ini yang memberi izin siapa? Pemerintah Pusat bukan?

Baca Juga :  Sudah Darurat, DPR Minta Presiden Gerak Cepat Tangani Kabut Asap di Riau

“Bisa kita cek kementerian yang terkait, paling dekat kita bisa ke KLHK. Lalu, saat ini sudah ada Badan Restorasi Gambut (BRG) yang tupoksi utamanya sebagai penyelenggara upaya pemulihan ekosistem gambut. Apa saja yang telah mereka lakukan? Itu bisa menjadi rujukan bersama, harusnya. Saat ini yang bertungkus lumus di lapangan hanya TNI/Polri BPPD, Basarnas dan lain-lain yang masih dalam skala lokal. Tidak tepat rasanya kesalahan dilemparkan hanya ke pemerintah daerah. Saya mengusulkan, Presiden Jokowi harus menginstruksikan seluruh elemen nasional untuk bersinergi membentuk tim khusus dan memberikan perhatian khusus untuk penanggulangan karhutla ini. Karena ini persoalan serius, generasi masa depan Indonesia kini terpapar radikal bebas yang tentu mempengaruhi kesehatannya di masa depan,” ungkap Dr. Husnul. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *