Atasi Kelangkaan, PT Pertamina Pasok 4.500 LPG 3 Kg

Kadis Perdagangan Dumai Zulkarnaen.

RiauKepri.com, Dumai- PT Pertamina RU II Dumai akhirnya menambah pasokan gas elpiji 3 Kg kepada masyarakat di 7 kecamatan di Dumai, Jumat (20/09/2019). Penambahan dilakukan lantaran gas elpiji 3 kg sempat sulit dicari di Dumai. Bahkan sebagian warga sudah sempat mencari alternatif, memasak menggunakan kayu bakar.

Kekurangan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg memang sudah dirasakan sebagian masyarakat Dumai. “Kami sempat masak ikan dengan mengggunakan kayu bakar karena gas elpiji 3 kg susah dicari,” kata Kartiny seorang IRT warga Jalan Merdeka Baru Kelurahan Telukbinjai.

Baca Juga :  Tim Kejari Pekanbaru dan Kejagung Tangkap Buronan Rp1,3 Triliun

Gas elpiji 3kg langka bukan saja dirasakan warga Kelurahan Telukbinjai Kecamatan Dumai Timur, namun hampir merata di tujuh kecamatan LPG 3 kg langka.

Bahkan di agen penyalur resmi tak jarang LPG 3 kg kosong. Namun aneh, kadang gas elpiji 3 kg ada di kios dan kedai sampah tapi harga yang ditawarkan Rp 23 ribu s/ 25 ribu per tabung gas elpiji 3 kg.

“Sudah hampir sebulan ini susah cari gas elpiji 3 kg, di agen juga kosong,” tambah Kartiny.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain, mengakui memang dalam sepekan terakhir stok gas elpiji 3 kg kurang. Namun dengan adanya pasokan sebanyak 4.500 tabung gas elpiji 3 kg kepada masyarakat di tujuh kecamatan, sekarang sudah teratasi dan masyarakat tak perlu risau.

Baca Juga :  Wabup Meranti: Jangan Mendirikan Koperasi Hanya Mengejar Bansos

“Kita sudah minta pihak Pertamina untuk menambah Exstra Doping sebanyak 8 DO ke 5 agen untuk 7 kecamatan, dengan jumlah sebanyak 4.500 tabung ” ujarnya dan menambahkan kalau nanti masih kurang akan ditambah lagi.

Menurut Zulkarnaen, masalah kekurangan gas elpiji 3 kg tetap terjadi karena adanya peningkatan jumlah penduduk. Tidak itu saja banyaknya pengusaha rumah makan dan kedai menggunakan gas 3 kg juga menjadi masalah.

“Penguna gas elpiji 3 kg adalah masyarakat menengah kebawah, jadi yang berpendapatan diatas rata rata harus mengunakan gas Non Subsidi,” ungkap Zulkarnaen. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *