Kapolda: Riau Dibakar, PT Sumber Sawit Sejahtera Tersangka

52 Tersangka Lainnya Perorang

Kapolda Riau Widodo bersama Gubri Syamsuar didampingi Bupati Pelalawan M Harris saat meninjau lokasi kebakaran.

RiauKepri.com, PELALAWAN– Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko menyebutkan, Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Riau yang menyebabkan kabut asap tebal dilakukan pihak tertentu dengan sengaja.

“Riau ini dibakar bukan terbakar. Kita sudah mengamankan 53 tersangka Karhutla, satu di antaranya korporasi PT Sumber Sawit Sejahtera yang ada di Pelalawan ini,” kata Widodo
dalam rapat koordinasi tindak lanjut penanggulangan karhutla 2019 di Pangkalan Kerinci Pelalawan, Kamis (19/9/2019).

Pada rapat yang juga menghadiri sejumlah perusahaan sawit itu, Kapolda Widodo sempat bertanya, apa ada dari PT Sumber Sawit Sejahtera yang hadir di sini.

Baca Juga :  Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Diikuti Antusias Peserta

Dari sebelah kiri, di antara susunan kursi berada di posisi tengah-tengah, seorang lelaki mengangkat tangan sebagai tanda pengakuan bahwa dari
PT Sumber Sawit Sejahtera hadir dalam rapat koordinasi tersebut. “Hadir ya dari PT Sumber Sawit Sejahtera,” ucap Widodo.

Pada kesempatan itu Kapolda Widodo juga curhat terkait adanya tudingan bahwa pihak kepolisian tidak serius menangani kebakaran di Riau. Tak hanya itu, kinerje polisi juga dibandingkan dengan KLHK yang memproses 10 korporasi.

“Kami serius menangani kebakaran ini, hentikan hujat menghujat. Mari kita bersama memadamkan api. Jika membandingkan kerja kepolisian dengan KLHK itu juga tak tepat. Sebab, proses hukumnya berbeda. Wajar saja jika KLHK memproses 10 korporasi karena pemberian izin dari mereka,” ungkap Kapolda Widodo.

Baca Juga :  KPPBC Dumai Gelar Media Gathering, Revolusi Industri 4.0 Campur Tangan Manusia Berkurang

Saat ini, ucap Widodo, yang harus dilakukan semua pihak bagaimana bersenergi melakukan pencegahan pembakaran. Sebab hal ini lebih mudah dan biayanya lebih kecil.

“Jika Riau ingin bebas dari asap maka yang harus kita lakukan sejak dini adalah pencegahan dan ini tanggungjawab kita semua. Memadankan api di tanah gambut sangat sulit, memakan waktu yang lama dan biayanya cukup besar. Terlepas dari itu, petugas yang berkerja di lapangan resikonya cukup besar,” kata Widodo. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *