Di Tengah Riau Dilanda Asap, Lahir Bayi Bermata Satu

Kondisi bayi dengan mata satu dan tanpa hidung di RSUD Siak. (Foto: Antara)

RiauKepri.com, SIAK– Di tengah Provinsi Riau dilanda musibah asap tebal yang menyesakkan napas, lahir seorang bayi bermata satu, tak berhidung,
di Puskesmas Pembantu Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak.

Bayi perempuan itu sempat dirujuk Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian Siak, Riau, pada Kamis (19/9/2019) lalu. Namun karena kondisinya memburuk bayi yang malang itu akhirnya menghembuskan napasnya yang terakhir setelah satu jam mendapat perawatan medis.

Bayi tersebut, kata Dokter Umum RSUD Tengku Rafian, Pofi Risanti Yarsi di Siak, Sabtu (21/9/2019), seperti ditulis Antara, saat tiba dalam kondisi sesak berat, karena bayi nafasnya cepat dan mulai membiru. Kemudian pihaknya langsung memberikan perawatan darurat untuk memberikan pernafasan bantuan dan juga ditangani dokter anak.

Baca Juga :  TA Kilang Butuh Ribuan Naker, Fadhly: Pemenang Tender Wajib Umumkan Lowongan Kerja

Pada pukul 10.00 WIB sudah dilakukan ventilasi untuk memberikan tekanan posiitif. Hingga akhirnya pukul 12.00 WIB, bayi tersebut meninggal dunia dipulangkan ke rumah orang tuanya di Kampung Tumang untuk proses pemakaman.

“Kondisi bayinya kongenital, cacat bawaan. Iya matanya satu, hidungnya juga tidak ada,” kata Pofi Risanti.

Dia mengatakan rumah sakit awalnya dapat rujukan Bidan Kampung Tumang, Kecamatan Siak ke RSUD Tengku Rafian pada Kamis (19/9) sekitar pukul 09.44 WIB. Pihak RSUD katanya telah melakukan segala upaya namun bayi tersebut tidak bisa diselamatkan.

Baca Juga :  PWI Riau Serahkan Bantuan untuk Pondok Tahfiz Talang Mamak

Semnatara itu, Direktur RSUD Tengku Rafian Siak, Benny Charuddin membenarkan pihak RSUD Siak menerima pasien bayi baru lahir dalam kondisi cacat bawaan tersebut. Menurutnya, cacat bawaan itu sejak bayi berada dalam kandungan.

Cacat bawaan ini biasanya ada kelainan di jantung dan paru-paru. Tangkapan oksigennya berkurang sehingga peredaran darahnya terganggu dan tubuhnya membiru,” ujarnya.

Penyebabnya, kata dia, mungkin saja ibunya makanan dan asupan gizinya kurang baik. Atau menderita penyakit virus bawaan yang menyerang ibu hamil serta bisa juga tercemar atau terserang kondisi alam.

Baca Juga :  Peringatan HGN dan HUT PGRI di Siak Kecil Berlangsung Meriah

“Ini yang harus diwaspadai masyarakat, jadi sebaiknya ibu hamil diminta rutin memeriksakan kandungannya ke fasilitas-fasilitas kesehatan,” tambahnya. (RK1/antara)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *