Gubri: Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah

Riau Darurat Pencemaran Udara

Gubernur Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Nasution saat menjawab wartawan usai coffee morning.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Hari ini, (Senin 23/9/2019), Provinsi Riau ditetapkan Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Karenanya, kepada anak-anak, ibu hamil dilarang keluar rumah, apalagi balita.

Penetapan darurat pencemaran udara ini disampaikan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MS.i, saat konferensi pers di Media Center Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) Riau, Jalan Gajah Mada.

Penetapan ini, jelas Syamsuar, berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dimana pada pasal 26 tertuang, apabila hasil pemantauan menunjukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai nilai 300 atau lebih berarti udara dalam kategori berbahaya maka:
a. Menteri menetapkan dan mengumumkan keadaan darurat pencemaran udara secara nasional;

Baca Juga :  Mewah, Menpar Tambah Hadiah Festival Pacu Jalur Jadi Rp 100 Juta

b. Gubernur menetapkan dan mengumumkan keadaan darurat pencemaran udara di daerahnya.

Pengumuman keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan antara lain melalui media cetak dan/atau media elektronik.

“Status ini kita tingkatkan mengingat kesehatan masyarakat Riau saat ini. Juga kualitas udara yang semakin memburuk di Riau. Anak-anak dan ibu hamil, serta balita dan bayi untuk tidak berada di luar rumah,” kata Syamsuar.

Syamsuar mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau juga meminta bantuan kepada PT Chevron Pacifik Indonesia untuk bisa menyediakan tempat evakuasi yang bisa menampung 3.000 orang.

Baca Juga :  Tim Safari Ramadhan Pemkab Inhil pada Puasa ke-26 Kunjungi Tiga Kecamatan

“Saya sudah bicarakan hal itu kepada pimpinan PT Chevron. Saat ini kita masih menunggu jawabannya seperti apa,” ungkap Syamsuar.

Syamsuar juga berharap, tidak hanya PT Chevron yang menyediakan tempat evakuasi. Tapi ada juga perusahaan besardi Provinsi Riau yang ikut bersama menyediakan tempat evakuasi.

“Kita berharap, kabut asap cepat berlalu dan karhutla di Riau, serta provinsi lainnya, seperti Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat, segera padam. Kita berharap juga hujan turun ke Bumi Lancang Kuning,” jelas Syamsuar. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *