Pelajar SMK Pekanbaru “Dicegat” Agar Tidak Ikut Demo

Aksi demo di DPRD Riau sore tadi.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sejak Rabu (25/9/2019) malam beredar kabar sejumlah pelajar SMK di Pekanbaru akan bergabung dengan mahasiswa untuk menggelar aksi demo di DPRD Riau menolak RUU KUHP dan UU KPK, pada Kamis, (26/9/2019), setelah pulang sekolah.

Data yang berhasil dihimpun riaukepri.com, ada 13 SMK yang terdaftar akan menggelar unjuk rasa. Namun aksi ini berhasil dicegat. Konon, sejak pagi pihak kepolisian sudah melakukan imbauan ke sekolah agar pihak sekolah mencegat pelajar untuk tidak ikut berunjuk rasa.

Salah seorang kepala sekolah SMA di Pekanbaru, mengakui bahwa sekolahnya sempat didatangi pihak kepolisian sejak pagi, sebelum masuk sekolah. Para pelajar diimbau untuk tidak ikut demo, dan agar hal ini tidak terjadi jam pelajar pulang pun agak dilambatkan.

Baca Juga :  Lagi, Siak terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Untuk mengurung niat pelajar ikut aksi demo, juga beredar isu bahwa demo mahasiswa pada Kamis petang itu batal digelar.

Meski demikian, para pelahar SMK itu tak patah arang. Puluhan pelajar yang semula pulang ke rumah, penasaran hingga bertandang ke DPRD Riau untuk memastikan apa benar aksi demo batal.

“Kami tadi sempat berkumpul di MTQ. Tapi bubar, katanya demo batal, maka kami ngumpul di sini,” kata salah satu siswa SMK Pekanbaru, Kamis (26/9/2019), seperti diberitakan cakaplah.com.

Meski demikian, sejumlah pelajar SMK swasta sempat bergabung dengan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yang sedang demo. Tak hanya siswa SMK, pelajar SMA negeri juga masih lengkap mengenakan seragam ikut melakukan aksi. Bahkan ada juga para siswa SMP menggunakan pakai seragam terlihat di lokasi aksi bersama mahasiswa.

Baca Juga :  Gubri Mulai Tinjau Lokasi RoRo Penghuhung Bengkalis dan Meranti

Pada sore hari, Siswa SMA/SMK di Pekanbaru semakin ramai datang untuk ikut aksi menolak revisi RUU KUHP dan UU KPK bersama mahasiswa.

Setidaknya, ada puluhan pelajar yang datang menyusul rekannya yang terlebih dahulu datang ikut aksi. Dari puluhan siswa, kebanyakan mereka menggunakan pakaian bebas. Namun ada juga masih menggunakan pakaian seragam putih abu-abu dan Pramuka. Selain itu tampak juga siswa perempuan juga hadir dalam aksi.

Meski puluhan siswa hadir dalam aksi namun mereka hanya berdiri dan duduk melihat aksi yang dilakukan mahasiswa UIR.

Baca Juga :  Dituding Caleg NasDem Gelembungkan Suara di Bathin Solapan, PKB Bengkalis Sampaikan Pernyataan Sikap

“Yang siswa SMA/SMK atau STM pulang! Pulang! Sudah sore, ayo mana kawan-kawannya ajak pulang,” kata seorang aparat yang mengenakan pakaian bebas.

Puluhan pelajar itupun pelan-pelan membubarkan diri dari lokasi aksi secara teratur. Kemudian petugas terus menyisir siswa yang masih berada di lokasi. Meski begitu, masih ada belasan siswa yang bertahan di halte RS Awal Bros. Mereka duduk dan sebagian lainnya membentang spanduk. (RK1/cakaplah.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *